Mag-log inMenjadi sopir pribadi dokter tercantik, membuatku terjebak dalam hasrat di mana sang dokter ternyata tidak pernah dijamah suaminya yang seorang pelaut. Tidak hanya itu, aku juga terjebak dalam hasrat kedua pelayan pribadinya, yang sama-sama menggoda! "Kalau kamu mau, masuklah! Perlihatkan kepadaku kalau keahlianmu tidak hanya menyetir mobilku, tapi menyetir tubuhku juga," ucap dr. Sarah memancing kejantanan dan juga adrenalin Reno secara bersamaan.
view moreReno menerima foto usang yang warnanya sudah mulai menguning itu dengan tangan gemetar. Di sana, seorang bocah laki-laki berusia dua tahun nampak tertawa riang. Namun, yang membuat jantung Reno seolah berhenti berdetak adalah tanda lahir di telapak kaki kanan bocah itu. Tanda lahir itu bisa ia gunakan sebagai kunci utama dalam misi pencariannya nanti."Radiansyah Aditama Wardana," bisik Om Aditama dengan sisa kekuatannya. "Jika dia masih hidup, dia pasti sudah dewasa sekarang. Cari dia, Reno. Jika Om tiada, hanya dia satu-satunya kerabat dan keluarga yang kamu miliki. Hanya dia pewaris sah yang bisa menemanimu menjaga Aditama Group. Om tidak ingin harta ini jatuh ke tangan orang yang salah,"Reno mendekap foto itu di dadanya. "Aku berjanji, Om. Aku akan menemukannya. Aku akan membawa kakakku pulang,"Sepersekian detik kemudian, tiba-tiba monitor jantung di samping ranjang mengeluarkan bunyi panjang yang menyayat hati. Garis di layar itu mendatar. Dengan cepat, Bara segera memanggil do
Pagi hari pertama sebagai wanita bebas, Sarah terbangun oleh aroma roti panggang yang biasa dibuat oleh Maya. Roti itu sengaja diantar ke kamarnya oleh Reno sebagai bentuk perayaan kecil atas status barunya. Tak lupa dengan segelas susu hangat yang selalu Sarah minum setiap paginya."Selamat pagi sayang. Aku sengaja bawakan kamu sarapan ke sini agar aku bisa menyuapkanmu tanpa harus dilihat oleh Maya," ucap Reno dengan senyuman yang selalu menghiasi wajah tampannya.Sarah menatap Reno dengan tatapan yang berbinar. Ia beringsut duduk dan membelai lembut wajah sopir kesayangannya itu. "Terima kasih, Reno. Tapi kamu tidak perlu repot-repot seperti ini,"Sementara itu, di ruang makan, Maya juga membuatkan segelas kopi hitam untuk Samuel yang sedang berjemur di taman belakang, menikmati sinar matahari pagi yang menyapu wajahnya."Mas, ini diminum dulu kopinya. Saya juga sudah membawakan roti panggang untuk Mas," ucap Maya sedikit malu."Terima kasih, Maya. Tapi kamu tidak perlu repot-repot
Sementara itu, Sarah berdiri di lobi pengadilan dengan tangan yang masih sedikit gemetar. Ia menatap surat putusan di tangannya, seolah itu adalah sertifikat kelahirannya yang kedua. Maya yang berdiri di sampingnya tampak berkaca-kaca. "Selamat ya dokter Sarah. Akhirnya.... dokter bebas," bisik Maya tulus."Terima kasih, Maya. Lalu bagaimana denganmu? Kamu jadi kan pisah dengan Mas Adrian?" tanya Sarah seketika membuat senyum Maya hilang.Maya menundukkan kepalanya, menanyai hatinya sendiri tentang kelanjutan hubungannya dengan Adrian. "Saya.... saya bingung dokter," "Bingung kenapa, May? Kamu masih memikirkan status anak yang ada di dalam kandunganmu itu?" tanya Sarah mengernyitkan keningnya."Bukan hanya itu, dokter. Saya... saya....""Saya tahu, Maya. Pasti kamu merasa iba kan melihat keadaannya saat ini?"Tebakan Sarah benar. Ada rasa iba yang dirasakan oleh Maya terhadap pria yang masih berstatus sebagai suaminya itu dan dengan pelan, Maya menganggukkan kepalanya. Membenarkan t
Reno melangkah cepat meninggalkan lobi pengadilan. Jaket kulitnya tersampir di bahu, sementara tangannya sibuk menghubungi Samuel. "Sam! Kirim orang ke rumah sakit sekarang! Pantau kondisi Adrian Wiraguna. Jangan biarkan ibunya membuat drama tambahan sebelum aku sampai di sana!"Di belakangnya, Sarah berdiri mematung menatap punggung Reno yang menjauh. Tangannya yang dingin digenggam erat oleh Maya."Dokter... dokter harus kuat. Mas Adrian memang sudah kalah, tapi dia ingin kita merasa kalah bersamanya," bisik Maya, mencoba menguatkan wanita yang sudah berjasa banyak di dalam kehidupannya itu.Sarah menarik napas panjang, mencoba menstabilkan detak jantungnya yang berpacu. Sebagai dokter, instingnya ingin menyelamatkan nyawa Adrian. Namun sebagai wanita yang disakiti, ia ingin melihat Adrian menderita menerima karmanya."Terima kasih, Maya. Ayo kita masuk, sebentar lagi persidangannya akan segera dimulai," ucap Sarah dengan suara yang kembali tegas.Di dalam ruang sidang, suasana sang
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Rebyu