Jam pulang kantor akhirnya tiba, ditandai dengan riuhnya para staf yang mulai mengemas barang-barang mereka. Namun, bagi Adrian, sore itu terasa bagai neraka yang berjalan. Sepanjang sisa jam kerjanya, ia terus dibayangi oleh ketakutan yang luar biasa jika Sarah benar-benar melaporkan tindakan lancangnya tadi pagi kepada Reno.Sembari mengganti pakaian seragam kebersihannya di ruang loker belakang, Adrian menatap pantulan dirinya di cermin dengan napas yang memburu. Rasa malu, miskin, dan penolakan mentah-mentah dari Maya tadi pagi perlahan mulai bermutasi menjadi rasa benci yang kelam di dalam dadanya."Kamu egois, Maya.. Kamu sengaja membuangku karena sekarang sudah ada Samuel yang kaya raya itu, kan?!" bisik Adrian dengan seringai getir, matanya menyipit penuh dendam. Pikiran piciknya mulai merancang sebuah rencana nekat. Jika ia tidak bisa mendapatkan Maya kembali dengan cara memohon, maka ia harus memaksa Maya untuk bertekuk lutut di bawah kakinya lagi.Sementara itu, di lobi de
Baca selengkapnya