Menghadapi gadis cantik sesempurna Nova, jantungku berdegup kencang. Namun bagaimanapun juga, dia adalah putri temanku. Ayahnya hanya sedang keluar sebentar, bagaimana jika tiba-tiba dia kembali?Memikirkan hal itu, gerakanku tertahan di udara, aku tidak berani melangkah lebih jauh.Nova menatapku dengan bingung. "Paman, kenapa berhenti? Cepat puaskan aku!"Aku menarik napas panjang. Biarpun aku sangat menginginkannya, aku tidak bisa melakukannya sekarang. Setidaknya aku harus menunggu sampai kami berada di tempat yang aman. Aku menurunkan kedua kakinya, lalu menarik celanaku ke atas.Wajah Nova tampak tidak puas. Melihatku tidak melanjutkan, dia langsung menjulurkan tangan dan menarik celanaku."Paman, kenapa malah pakai celana? Ayahku ‘kan nggak ada di sini sekarang, bantu aku sekali ini saja, ya?"Mendengar permohonannya yang bertubi-tubi, aku mengertakkan gigi dan menolak. "Nggak bisa, ayahmu akan segera kembali. Bagaimana kalau dia memergoki kita?"Namun, tangan Nova justru se
Read more