Share

Hampir Dijebak Teman
Hampir Dijebak Teman
Author: Richy

Bab 1

Author: Richy
Namaku Daren Feidi, seorang pengusaha yang sudah bercerai.

Selama bertahun-tahun ini aku menghasilkan banyak uang, tetapi aku kekurangan pendampingan wanita. Hidupku selalu terasa sepi.

Hasrat biologis yang menumpuk, membuatku merasa sangat tersiksa.

Hari ini, Norman Saga, teman SMA yang sudah lama tidak bersua, tiba-tiba menghubungi dan mengajakku makan malam.

Kami sudah tidak bertemu selama dua puluh tahun. Aku tidak tahu ada angin apa dia tiba-tiba mencariku.

Tempat makan yang dipilih adalah sebuah ruang privat yang tertutup.

Begitu sampai, aku baru menyadari bahwa di samping Norman duduk seorang gadis muda yang cantik jelita.

Sial, setelah sekian tahun tidak bertemu, tidak disangka Norman menikahi istri secantik ini. Wajahnya tampak seperti gadis berumur delapan belas tahun, dengan kulit yang begitu lembut seolah bisa mengeluarkan air jika disentuh.

Aku sendiri sampai sekarang bahkan tidak punya istri. Apa Norman sengaja ingin pamer?

"Norman, kita sudah dua puluh tahun nggak bertemu. Nggak kusangka istrimu secantik ini," pujiku.

Mendengar ucapan itu, Norman dan gadis itu malah tertawa.

"Apa maksudmu? Ini putriku, namanya Nova. Ayo, tuangkan minuman untuk pamanmu!" ujar Norman sambil tertawa kecil dan menyuruh putrinya menuangkan segelas minuman untukku.

Nova berdiri, mengangkat gelasnya, dan berkata sambil tersenyum, "Aku nggak menyangka Paman Daren ternyata humoris. Karena ini pertemuan pertama kita, izinkan aku bersulang untukmu."

Saat dia berdiri, aku baru menyadari betapa ranum pertumbuhannya.

Sepasang dadanya bak gunung kembar yang besar dan bulat, hampir saja merobek pakaiannya.

Aku memang sedang mengalami represi seksual. Aku pun merasakan gairahku langsung bereaksi tepat setelah segelas minuman itu tandas.

Tapi ini putri teman lamaku. Aku berusaha sekuat tenaga menahan rasa bergejolak di perut bawah dan mencoba mengendalikan diri.

"Norman, kenapa tiba-tiba mencariku? Kita ‘kan nggak pernah kontak lagi sejak lulus SMA."

Sambil bicara, aku menyantap hidangan di meja, tetapi tiba-tiba merasa perut bawahku memanas.

Aku pun baru sadar kalau meja ini penuh dengan hidangan pemicu gairah seperti tiram, daging kambing, dan kucai.

Norman menambahkan lauk ke piringku sambil tersenyum.

"Belakangan ini aku berencana membuka bisnis, tapi masih kurang modal sekitar 2 miliar. Waktu SMA, kita ‘kan paling akrab, kamu harus membantuku."

Aku membatin, rupanya dia mengingatku hanya saat butuh uang.

Tepat saat itu, Nova kembali mengangkat gelasnya dan berdiri.

"Paman Daren, Ayah sering menceritakan tentang Paman, katanya Paman adalah teman baiknya. Mari bersulang sekali lagi untukmu."

Nova menenggak habis segelas minuman keras itu dalam sekali teguk. Kadar alkoholnya tidak rendah.

Wajahnya langsung memerah padam, dan dia memegangi kepalanya.

"Ah, kepalaku sepertinya agak pusing ...."

Begitu kata-kata itu terlontar, tubuh mungilnya yang lembut jatuh lunglai ke pelukanku.

Tanpa meleset sedikit pun, dadanya yang montok mendarat tepat di atas pusakaku yang mulai menegang. Gumpalan kenyal itu tertekan hingga berubah bentuk.

Sentuhan yang lembut dan membal itu terasa seperti aliran listrik yang menyengat seluruh tubuh.

Aku baru saja bereaksi. Jika sampai ketahuan oleh Nova, mau ditaruh di mana muka tuaku ini?

Yang lebih parah lagi, saat mencoba bangun, telapak tangannya justru menekan tepat di area sensitifku sebagai tumpuan untuk berdiri.

Tekanan dari telapak tangannya seketika membuat darahku mendidih. Aku mau tak mau mengerang pelan.

Melihat hal itu, Norman bergegas bertanya, "Kamu nggak apa-apa, Daren? Apa putriku menubrukmu terlalu keras?"

Aku menggeleng cepat. "Nggak apa-apa. Lain kali jangan biarkan dia minum terlalu banyak."

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Hampir Dijebak Teman   Bab 7

    Kata-kata itu membuat Norman tidak berdaya. Wajahnya pucat pasi, tubuhnya gemetar, dan bibirnya kelu tidak bisa mengucapkan satu kata pun. Angin dingin berembus di antara kami. Aku merapatkan kerah baju dan berbalik pergi.Saat hendak memesan taksi untuk pulang, Nova tiba-tiba muncul dari kegelapan. Dia berlari ke hadapanku dan berkata sambil terisak, "Paman, maafkan aku. Sebenarnya aku telah membohongimu."Melihatnya menangis tersedu-sedu, aku tahu dia hanya dimanfaatkan oleh Norman, tentu saja aku tidak menyalahkannya. Lagi pula, aku sudah melihat tubuhnya, dan bayangan itu masih melekat kuat di ingatanku."Nggak apa-apa, ini bukan salahmu. Di masa depan jangan lakukan hal seperti ini lagi."Namun, Nova tiba-tiba berkata lagi, "Bukan itu ... aku membohongimu karena namaku bukan Nova, dan aku sama sekali bukan putri Norman!"Apa? Dia bukan putri Norman?Aku terpaku di tempat, pikiranku kacau balau. Itu artinya, Norman sengaja menjebakku dengan menyewa seorang wanita cantik untuk m

  • Hampir Dijebak Teman   Bab 6

    Namun, yang tidak kusangka adalah dia tega mengorbankan putri kandungnya sendiri, benar-benar binatang! Tapi dia tidak tahu bahwa aku tetap bisa menjaga batasan dan tidak melangkah lebih jauh!Aku melipat tangan di depan dada, menarik napas dalam, dan menatap langsung ke mata Norman. "Kalau begitu coba katakan, apa yang sudah kulakukan pada putrimu?"Norman tertawa kecil. "Jangan pura-pura suci! Kamu pikir aku nggak tahu apa yang kamu katakan dan lakukan padanya di ruangan tadi?""Kuberi tahu ya, hari ini, kamu mau nggak mau harus memberiku uang!"Aku tetap menatapnya dengan tenang tapi tegas. "Aku juga beri tahu kamu, hari ini aku nggak akan memberimu sepeser pun!""Kalau begitu, lihat saja nanti!""Silakan!"Aku berbalik meninggalkan ruangan privat itu dengan langkah mantap. Begitu keluar dari pintu gedung, angin dingin menerpa wajahku. Aku menyulut sebatang rokok. Menatap asap yang naik perlahan, aku menghela napas. Ah, benar-benar dunia yang kejam. Teman baikku dulu, sekaran

  • Hampir Dijebak Teman   Bab 5

    Aku tidak habis pikir, kenapa teman lamaku ini malah membawa putrinya saat kami bertemu? Apa dia tidak merasa terbebani? Terlebih lagi, aku dan Nova baru saja hampir kelepasan. Jika kami pergi ke tempat karaoke dengan suasana yang lebih intim, aku sangat menantikan apa yang akan terjadi."Ya sudah kalau begitu, kita hanya menyanyi saja, nggak perlu melakukan hal lain."Mulutku berkata "tidak melakukan yang lain", tapi hatiku sudah mulai bergejolak. Setelah bersiap, Norman pergi membayar tagihan, lalu kami memesan taksi menuju tempat karaoke.Tempat ini adalah jenis tempat yang "menjual sesuatu dengan kedok lain". Lampu koridornya remang-remang, cahaya neon menyebarkan aroma yang menggoda. Begitu kami duduk di sofa, manajer membawa barisan wanita cantik dengan riasan tebal.Manajer itu tersenyum lebar. "Silakan pilih, Tuan-tuan. Dijamin malam ini akan sangat memuaskan!"Norman melambaikan tangan. "Nggak perlu. Aku membawa putriku, kami hanya ingin menyanyi dengan tenang."Manajer itu

  • Hampir Dijebak Teman   Bab 4

    Menghadapi gadis cantik sesempurna Nova, jantungku berdegup kencang. Namun bagaimanapun juga, dia adalah putri temanku. Ayahnya hanya sedang keluar sebentar, bagaimana jika tiba-tiba dia kembali?Memikirkan hal itu, gerakanku tertahan di udara, aku tidak berani melangkah lebih jauh.Nova menatapku dengan bingung. "Paman, kenapa berhenti? Cepat puaskan aku!"Aku menarik napas panjang. Biarpun aku sangat menginginkannya, aku tidak bisa melakukannya sekarang. Setidaknya aku harus menunggu sampai kami berada di tempat yang aman. Aku menurunkan kedua kakinya, lalu menarik celanaku ke atas.Wajah Nova tampak tidak puas. Melihatku tidak melanjutkan, dia langsung menjulurkan tangan dan menarik celanaku."Paman, kenapa malah pakai celana? Ayahku ‘kan nggak ada di sini sekarang, bantu aku sekali ini saja, ya?"Mendengar permohonannya yang bertubi-tubi, aku mengertakkan gigi dan menolak. "Nggak bisa, ayahmu akan segera kembali. Bagaimana kalau dia memergoki kita?"Namun, tangan Nova justru se

  • Hampir Dijebak Teman   Bab 3

    Nova tidak hanya membuka resletingku, tetapi dia langsung menjulurkan tangan dan mengeluarkan "alatku"! Ini benar-benar terlalu berani!Lebih tak terduga lagi, Nova ternyata menundukkan kepalanya, lalu membuka mulut mungilnya.Seketika, sensasi isapan yang ritmis menjalar di sekujur tubuhku. Nova sangat ahli. Rongga mulutnya membungkus dengan sempurna, hingga setiap sel di tubuhku seolah meledak dalam kenikmatan.Meski aku sangat menginginkannya, ayahnya duduk tepat di depanku. Jika ini sampai ketahuan, tamatlah riwayatku!Aku berusaha sekuat tenaga untuk mendorongnya menjauh. Tetapi semakin aku mendorong, dia justru menghisap semakin kencang. Dengan pasrah, aku hanya bisa mengeraskan seluruh tubuh, berusaha mati-matian agar ekspresi wajahku tidak terlihat aneh.Namun, Norman tetap menyadari ada yang tidak beres. "Daren, kamu kenapa? Kamu sepertinya terlihat sangat menderita."Jantungku seperti akan meledak, aku segera mengarang alasan. "Nggak apa-apa, pencernaanku belakangan ini k

  • Hampir Dijebak Teman   Bab 2

    Nova berdiri dan merapikan pakaiannya yang berantakan, tetapi sekilas aku sempat melihat keindahan dadanya."Maaf ya, Paman. Tadi aku nggak berdiri dengan stabil, jadi nggak sengaja menabrakmu."Hanya aku yang tahu bahwa saat Nova terjatuh tadi, dia menggenggam bagian vitalku untuk bangkit. Gadis kecil ini terlihat lugu, tapi tidak disangka di dalam dirinya ternyata cukup berani, benar-benar turunan ayahnya.Aku mencoba menasihatinya layaknya orang tua, "Minuman keras itu sebaiknya dihindari kalau bisa, karena bisa mengacaukan segalanya.""Ini ‘kan pertemuan pertama kita, tentu saja aku harus bersulang untukmu."Nova menyantap sebuah tiram dan matanya tiba-tiba berbinar. "Tiram ini enak sekali, ini pertama kalinya aku mencobanya!"Norman menimpali, "Kalau suka, makanlah yang banyak. Hari ini kamu boleh makan sepuasnya."Nova melahap beberapa butir lagi, dan dalam sekejap setengah piring sudah habis. Tiram adalah makanan pemicu gairah yang kuat, makan terlalu banyak akan merangsang h

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status