Yuha sudah tertidur pulas di kursi belakang, kepalanya bersandar pada bahu Ara.Tangannya sudah dibalut perban tipis.Napasnya teratur.Damai untuk pertama kalinya hari itu.D kursi depan, Suho menyetir.Tangannya masih menggenggam setir lebih erat dari biasanya.Sunyi beberapa menit.Ara menoleh pelan ke arah belakang, memastikan Yuha benar-benar tertidur.Setelah yakin, ia kembali melihat ke depan. Tatapannya berhenti pada Suho.“Kok bisa sih kamu menenangkannya?”Suho tidak langsung menjawab.“Dia bahkan memberontak waktu aku coba peluk.”Ara mengingat jelas bagaimana Yuha tadi mendorongnya.“Tapi waktu kamu masuk… dia diam.”Juhnyuk ikut menoleh.“Iya, hyung. Kayak beda orang.”Suho tetap menatap jalan lurus di depannya. Lampu kota lewat satu per satu, memantul di kaca mobil.“Belajar dari dokter psikolog.”Jawabannya singkat.Tenang.Seolah tidak ada yang aneh.Ara mengernyit sedikit.“Kapan kamu belajar?”Suho tersenyum tipis.“Baru saja.”Ara tida
Read more