MasukDi atas panggung, Yuha selalu terlihat paling bersinar. Ia tersenyum lebar, bernyanyi di tengah lautan lightstick dan teriakan fans yang memanggil namanya. Semua orang melihatnya sebagai idol yang ceria dan berbakat. Tak ada yang tahu, di balik senyum itu, Yuha menanggung tekanan dari member lain, tuntutan agensi, dan komentar tajam para penggemar karena rumornya. Suatu hari, ia ingin bercerita pada satu-satunya orang yang ia percaya, Suho seorang produser musik sekaligus kekasih yang harus ia sembunyikan. Namun Suho mulai menjaga jarak karena agensi mencurigai kedekatan mereka. Ia menghindar demi melindungi karier Yuha. Sampai satu malam, sebuah pesan darinya tak pernah dibalas. Dan keesokan harinya, Yuha memilih mengakhiri hidupnya. Penyesalan Suho datang terlambat. Ia tak pernah benar-benar tahu seberapa dalam luka yang Yuha sembunyikan. Ia gagal melindunginya. Namun ketika takdir memberinya kesempatan kedua, Suho bersumpah kali ini ia tidak akan terlambat. Apa pun risikonya, ia akan tetap di sisi Yuha.
Lihat lebih banyakFlashback_“Aku punya rencana.”Ara langsung menoleh.“Rencana?”Nada suaranya penuh curiga.“Kamu tidak pernah bilang apa-apa selama ini.”Suho akhirnya mengangkat wajahnya.Matanya terlihat jauh lebih dingin dari biasanya.“Aku sudah mengumpulkan bukti.”Ara mengerutkan kening.“Bukti?”“Bukti apa?”Suho tidak menjawab.Ia justru mengambil ponselnya dari meja.Lalu menekan sebuah nomor.Beberapa detik kemudian—panggilan itu terhubung.Suara perempuan terdengar dari ujung telepon.“Halo, Suho!”“Bagus kamu menelepon.”Suara itu milik Seorin.“Semua rekaman sudah aku kumpulkan.”Ara langsung menoleh ke arah Suho.Seorin melanjutkan di telepon.“Kesaksian para korban Jaemin juga sudah siap.”“Awalnya aku pikir rekaman di ruang meeting itu sudah cukup.”“Tapi ternyata kita dapat satu bukti lagi.”Suho menatap lantai sebentar.“Yang di lorong?”Seorin tertawa kecil.“Iya.”“Yang itu malah lebih jelas.”Nada suaranya terdengar puas.“Kalau
Ia menatap Yuha tanpa berkedip.“Ara… dia makin susah napas…”Ara tetap berusaha tenang.“Yuha… dengarkan aku. Tarik napas sampai hitungan tiga… lalu hembuskan pelan.”Detik terasa sangat lama.Akhirnya—staf yang tadi berlari kembali.“Ini!”Ara langsung mengambil alat bantu pernapasan itu.Ia menempelkannya ke mulut Yuha.“Tarik napas pelan… iya… seperti itu…”Ruangan mendadak sunyi.Semua orang menahan napas.Yuha menarik udara melalui alat itu.Sekali.Dadanya mengembang lebih dalam.Dua kali.Napasnya masih berat, namun mulai stabil.“Ha…”Udara keluar perlahan dari paru-parunya.Ara terus mengusap rambutnya.“Bagus… sekali lagi.”Yuha menarik napas lagi.Kali ini lebih dalam.Dadanya tidak lagi bergerak secepat tadi.Ritmenya mulai kembali normal.Ketegangan di ruangan itu akhirnya sedikit mereda.Suho menghela napas panjang.Baru sekarang ia sadar bahwa sejak tadi ia menahan napasnya sendiri.Ara mengusap rambut Yuha dengan lembut.“Kamu sudah lebih baik?”Yuha membuka m
Yuha berkata pelan—“Aku punya buktinya.”Host terlihat kaget.“Bukti?”Yuha mengangguk pelan.Ia menoleh ke arah layar besar di belakang panggung.“Silakan putar video pertama.”Beberapa kru terlihat saling pandang sebentar.Lalu layar besar menyala.Studio langsung sunyi.Video Pertama – Ruang Meeting VeltroRekaman CCTV memperlihatkan ruangan meeting.Jaemin dan yuha duduk berhadapan.Suara tidak terdengar, tapi gestur mereka jelas.Yuha tampak menggelengkan kepala—menolak sesuatu, lalu beranjak.Tiba-tiba—Jaemin meraih pergelangan tangan Yuha.Penonton mulai berbisik.Yuha mencoba menarik tangannya.Jaemin justru menariknya kembali.Tubuh Yuha terdorong mundur.Punggungnya menyentuh sofa di belakangnya.Jaemin mendekat.Terlalu dekat.Lalu Ia mendorongnya dan bergegas ke arah pintuNamun Jaemin menariknya lagi lebih keras.Tubuh Yuha kehilangan keseimbangan.Ia jatuh ke lantai.Beberapa penonton langsung berseru.“Hah?!”Di detik berikutnya pintu te
Host menoleh ke arah dua tamu di kursi mereka.“Baiklah, siapa yang ingin menjawab dulu?”Jaemin langsung mengangkat tangan dengan santai.“Aku saja.”Host tersenyum.“Baik, kita mulai dari Jaemin.”Di layar besar di belakang mereka muncul tulisan:Pertanyaan 1Host membaca perlahan.“Jaemin, saat kejadian di red carpet itu terjadi, banyak orang yang langsung berdebat di internet. Ada yang menyalahkan Yuha, ada juga yang membela. Sebagai orang yang berada tepat di situ, apa yang sebenarnya kamu rasakan saat itu?”Jaemin tertawa kecil.“Jujur aku juga kaget.”Ia mengangkat bahu ringan.“Acara seperti itu besar. Banyak kamera, banyak orang.”Ia melirik Yuha sebentar.“Mungkin karena terlalu gugup… dia kehilangan keseimbangan dan langsung menyentuhku.”Beberapa penonton mulai berbisik.“Gugup sampai kehilangan keseimbangan?”“Emang bisa?”“Apalagi sampai nabrak orang…”Seseorang berbisik lebih keras.“Kayaknya sengaja deh.”Yuha yang duduk di kursinya me
Tapi cara ia mengucapkannya sudah seperti vonis.“Maaf, Kami tidak bisa melanjutkan kontrakmu.”Dunia Yuha seperti berhenti.“Kamu akan dikeluarkan dari program trainee Aurora.”Kalimat itu terdengar jauh.Seolah tidak ditujukan padanya.“Saya… dikeluarkan?”Pelatih Lee mengangguk tegas
Beberapa trainee masih mengobrol.Yuha sedang tertawa kecil bersama dua trainee lain.“Pelatih tadi kelihatan kagum banget loh pas muji kamu.”Yuha tersenyum malu.“Ah, nggak juga…”Tawa itu.Nada rendah hati itu.Dahyun berdiri di depan cermin, pura-pura membereskan rambutnya.Tapi matan
“Ada masalah di trainee tadi?” tanyanya lembut.Yuha langsung menggeleng.“Nggak kok. Tadi pelatih memujiku. Katanya aku banyak berkembang.”Ia terdengar bahagia.Terlalu bahagia.Suho menatapnya tenang.“Kau yakin tidak ada yang kau sembunyikan?”Yuha sedikit terdiam.“Kenapa kakak nan
Hari pertama Yuha datang ke studio pribadi milik keluarga suho, tangannya sedikit berkeringat.Pintu terbuka.Seorang pria muda berdiri di depan piano.Posturnya tegap. Wajahnya tenang. Tatapannya fokus.“Nama kamu Yuha?”“Iya.”Ia membungkuk dalam.“Tolong bantu aku jadi lebih baik.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.