"Hanya itu? Tuan tidak menyembunyikan apa pun dariku, 'kan?" Ara bertanya lirih, tatapannya begitu serius. Tersirat permohonan yang terpancar dari sana, seolah memberitahukan bahwa dia tidak ingin dibohongi.Jika Anthony berbohong lagi, sesuatu dalam dirinya akan benar-benar patah.Sedangkan sang iblis tak bersayap menarik napas panjang sebelum mengembuskannya perlahan."Tidak ada, Sayang." Suaranya terdengar rendah dan menenangkan. "Saat waktunya tiba, aku akan menunjukkannya padamu."Pipi Ara seketika menghangat saat Anthony memanggilnya dengan sebutan seperti itu. Anthony mengatakannya dengan begitu alami, seolah panggilan itu memang sudah menjadi bagian dari dirinya. Baru saja Ara hendak membuka mulut untuk membantah atau setidaknya meminta penjelasan lebih lanjut, telunjuk Anthony lebih dulu menyentuh bibirnya."Aku bisa menebak apa yang ingin kau katakan," ujarnya, lalu tersenyum lebar hingga memperlihatkan deretan giginya yang membuat diriny
Baca selengkapnya