Pelindung Terakhir

Pelindung Terakhir

last updateDernière mise à jour : 2026-03-11
Par:  Shiooki Mis à jour à l'instant
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Notes insuffisantes
7Chapitres
9Vues
Lire
Ajouter dans ma bibliothèque

Share:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Karena bagi Ara, Anthony J. Wallenstein adalah sosok yang melindunginya dari kekejaman dunia, menariknya dari jeratan rantai neraka, dan menghalangi semua tatapan biadab yang menatap terang-terangan ke arahnya. Tetapi di sisi lain, Anthony menciptakan dunia palsu untuk Ara tinggali. Dunia di mana, Ara dapat merasakan apa arti kebahagiaan, sebelum rasa bahagia itu sirna ketika mengetahui sesuatu yang terselubung di dalamnya. Intensi seorang Anthony J. Wallenstein.

Voir plus

Chapitre 1

1 - Dia Milikku

"Kau, ikutlah denganku," kata pria tinggi berjubah hitam pada gadis yang berdiri tak jauh darinya.

Sang gadis, yang memiliki namalengkap Jung Ara—saat ini ia berusia tujuh belas tahun— bergeming dengan kepala menunduk suram, berusaha mencerna apa yang terjadi.

Beberapa waktu lalu, Jung Ara suka rela datang ke tempat ini, dan menjual dirinya sendiri ketika tak sengaja mendengar ada acara ilegal yang kebetulan diselenggarakan di kotanya, Busan. Katanya, sih, perdagangan manusia.

Bukan karena ia mencintai uang.

Bukan pula karena dipaksa.

Karena pikirnya, dengan menjadi budak ia akan mendapatkan tempat untuk pulang dan diterima.

Ia hanya mendambakan kehangatan, kebahagiaan, serta kasih dari orang di sekitarnya. Sebab selama ini, yang dia rasakan hanyalah kekosongan tak terperi.

Itulah sebabnya ia berdiri di ruang bawah tanah tanpa jendela, diterangi lampu kekuningan yang membuat wajahnya semakin pucat. Rantai dingin melingkari leher dan kedua pergelangan tangannya. Gaun putih sederhana membuatnya terlihat seperti persembahan. Di sekelilingnya, manusia-manusia terkurung menunggu nasib. Di luar jeruji, para pembeli berdiri pongah.

Ara menunduk dalam-dalam. Ia bisa merasakan tatapan dari luar kurungan—bukan hanya manusia. Ada aura yang terlalu gelap, sosok bermata merah yang menyamar sebagai pria tua, perempuan dengan senyum terlalu lebar untuk disebut manusia, juga makhluk bertubuh tinggi dengan pupil vertikal seperti reptil, berdiri angkuh seolah dunia ini milik mereka.

Ara bisa melihat semuanya.

Sejak kecil, ia bisa melihat yang hal tak kasat mata. Akibatnya, satu per satu dunianya berubah. Ditinggalkan orang tua. Disiksa kerabat. Dikucilkan teman. Dicemooh masyarakat. Disebut pembawa sial. Monster. Anak iblis.

Dan setiap kali orang tahu tentang itu, hidup Ara berubah menjadi neraka.

Kemampuannya bukan anugerah.

Itu kutukan.

"Aku pernah mendengar kabarnya, tetapi baru kali ini aku melihatnya. Dia memiliki aura yang bagus."

"Sepertinya masih remaja, tapi berakhir di tempat ini."

"Dia terlihat kotor, tapi wajahnya cantik, siapa yang sudah membelinya?"

"Dia bisa melihat kita."

Bisikan-bisikan itu membuat lututnya melemas. Ara memejamkan mata. Ia tidak peduli siapa yang membelinya. Mati pun tak masalah.

"Jung Ara."

Ketika namanya dipanggil, ia melangkah mendekati jeruji dan mengangkat wajahnya. Seorang pria tua berpenampilan aneh menatapnya dengan senyuman puas—dialah yang membeli Ara. Tangannya mendarat di pundak Ara, sedangkan gadis itu hanya diam dengan pandangan lelah.

Beginilah akhir hidupnya.

"Tidak apa-apa," batinnya memaksa. "Ini pilihanku."

Saat semua yang di sana mengeluh karena 'barang' seperti Ara dimiliki oleh pria tua mesum, pintu ruangan tiba-tiba terbuka.

Udara seketika berubah drastis.

Tubuh Ara menegang, ia langsung tahu, bahkan sebelum ia menoleh ke sumber yang membuat dirinya merinding. Seseorang yang bukan manusia telah datang.

Seorang pria berjubah hitam melangkah masuk, wajahnya tertutup tudung. Lampu berkedip pelan saat ia melangkah. Makhluk-makhluk lain yang tadi tampak percaya diri kini menunduk. Auranya tidak seperti yang lain. Bukan sekadar gelap, melainkan dalam seperti jurang tanpa dasar.

Setiap langkahnya membuat lantai bergetar halus, seolah dunia mengakui kehadirannya. Dingin, berat, menekan paru-paru siapa pun yang berdiri di dekatnya.

Dalam satu gerakan cepat, ia memutar cengkeraman pria tua di pundak Ara hingga pria tua itu meraung.

“Sepuluh juta,” ucapnya datar.

Semua orang heboh, ada yang tertawa, ada juga yang berdecak entah untuk apa. Pria tua yang masih dicengkeram mengerang protes, matanya melotot marah, sementara mulutnya sudah mengeluarkan kata-kata tak pantas dan sumpah serapah yang tajam.

“Poundsterling. Berikan dia padaku.”

Dan semuanya langsung terdiam, menahan napas, termasuk si pria tua yang makin melebarkan mata saat mendengar nominal uang tersebut.

Ara mendongak untuk pertama kalinya, dan ia melihatnya.

Sayap hitam besar membentang di balik punggung pria itu. Ia memiliki aura gelap bercampur kilau emas samar, aura yang tak pernah Ara lihat dari makhluk gaib mana pun. Matanya hitam dengan semburat biru samudera yang terlalu dalam untuk disebut manusia.

Ia bukan makhluk gaib biasa.

Ia berbeda.

"Sudah kuputuskan." Suara berat khas miliknya menggema di telinga Ara.

“Aku akan menjadikanmu milikku,” katanya pelan.

Satu bulir peluh mengalir di pelipis Ara, belah bibirnya yang pucat sedikit terbuka. Ara merasa dunia berputar.

Bukan karena nominalnya, tetapi karena cara pria itu mengatakan 'milikku'.

Seolah ia bukan barang.

Seolah ia sesuatu yang sudah lama ditunggu.

Dan entah mengapa, jantung Ara berdegup bukan hanya karena takut, melainkan degupan yang muncul saat yang diharapkan akhirnya akan segera terkabul.

***

Ara tersentak saat rantai di lehernya ditarik, membuatnya mendongak dan mendapati pria yang baru saja membelinya berdiri sangat dekat dengannya. Ah, transaksinya sudah selesai, rupanya.

“Tidak usah banyak merenung. Tegakkan punggungmu dan luruskan pandanganmu. Mengerti?"

Ada jeda beberapa saat ketika pandangan Ara bersirobok dengan tatapan dingin pria yang sudah memilikinya, sebelum akhirnya Ara menjawab, "Baik."

Si pria merasa tidak puas mendengar jawaban Ara, apalagi dengan suara lesu seperti itu. Ia lekas melirik sang penanggung jawab acara dan berkata, "Urusan kita udah selesai. Kami pergi."

Pria itu tidak lagi bicara ketika melangkah keluar ruangan, Ara hanya mengikutinya dalam diam.

"Auranya bukan main," ujar pria kurus di samping si penanggung jawab acara.

"Lebih baik kau diam," sahut Jong Su sambil menatap punggung pria misterius dan Ara yang kian menjauh. "Dia beberapa kali datang kemari tanpa membeli apa pun. Dan kali ini, dia sampai mengeluarkan uang sebanyak itu demi Ara. Mungkin, gadis itu adalah barang yang dicarinya selama ini." Jong Su mengimbuhi, membuat asistennya mengernyitkan dahi.

[]

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Latest chapter

Plus de chapitres

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Pas de commentaire
7
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status