Reina menunduk. Selama ini ia selalu yakin bahwa Raka tidak akan pernah meninggalkannya. Karena sejak awal, Raka selalu menjadi orang yang mengejarnya. Ketika ia marah, Raka yang meminta maaf. Ketika ia pergi, Raka yang datang mencari. Ketika ia merasa tidak aman, Raka yang meyakinkannya.n Ia selalu berpikir hal itu akan terus terjadi. Namun hari ini, untuk pertama kalinya, Raka memilih membiarkannya pergi. "Aku tidak pernah menyangka dia benar-benar akan melepaskanku," gumam Reina. "Semua ini pasti salah Seira!" gerutunya. Laila menatapnya, ia menghela napas sejenak. "Reina, lebih baik kamu mulai mencari ide agar Raka tetap memilihmu. Jangan biarkan Raka direbut oleh Seira," jelasnya. Reina mengangguk, pandangannya masih tajam ke arah Seira yang tengah berbincang dengan Raka. "Aku tidak akan membiarkan gadis itu merebut Raka dariku," gumamnya, kesal. Laila menatap Reina yang masih memandang ke arah Seira dengan tatapan penuh kebencian. Ia tahu sahabatnya sedang terluka, teta
続きを読む