Setelah berkendara beberapa menit, Raka akhirnya sampai di villa mewah milik keluarga Suryani. Hujan masih membasahi kota bulan. Seorang pria dengan cepat segera berlari ke arah Raka yang baru membuka pintu mobilnya. "Tuan Raka, biar saya antar masuk," ujar pria itu dengan payung hitam di tangannya. Raka segera menggeleng, " Tidak perlu, saya kesini bersama Seira dan saya juga membawa payung," ujarnya. Pria itu hanya mengangguk, lalu mempersilahkan Raka dan Seira untuk berjalan ke gedung utama villa mewah itu. Sesampainya di dalam, dua orang pelayan segera menghampiri mereka. "Aduh, Tuan Raka, Nona Seira, kenapa kalian basah kuyup seperti ini?" ujar seorang pelayan yang sudah berumur sambil terlihat khawatir. Seira hanya tersenyum kecil. Ia merasa tidak enak karena membuat para pelayan di rumah itu ikut cemas. "Maaf, Bi Ina. Hujannya tiba-tiba semakin deras saat kami mau pulang sekolah, tadi juga belum sempat neduh," jawab Seira pelan. Pelayan itu segera mengambil beberap
Baca selengkapnya