Bel pulang akhirnya berdering. Melati segera memasukkan barang barangnya ke dalam tasnya. Setelah selesai, ia segera bangkit dan melangkah menuju di mana Haruna berada. "Runa, ayo kita pulang," ajaknya. Namun, bukannya menjawab gadis itu malah tetap fokus menatap layar ponselnya. Melati menepuk bahu sahabatnya itu yang membuat Haruna sontak terkejut dan segera menatapnya. "Ah, ada apa Melati?" tanyanya, mencoba tersenyum walau dipaksakan. Melati hanya mengangguk, "Ayo kita pulang," ulangnya. Haruna terdiam sejenak, ia menatap ke arah ponselnya sebelum kembali menatap ke arah Melati. "Kamu duluan aja, aku masih perlu ke perpustakaan," jelasnya. Melati yang mendengar itu hanya mengangguk, ia tidak merasa curiga dengan sikap sahabatnya itu. Walau entah kenapa semenjak perkataan ibunya, ia merasa bahwa dirinya memang sedang dimanfaatkan oleh Haruna. Tetapi ia masih mencoba menepis akan hal itu. Setelah melihat kepergian Melati, Haruna segera menarik tasnya dan buru buru ke
Read more