Melihat Nonanya yang diam sepanjang perjalanan, Ervan merasa tidak enak hati. Dia pun mencoba menghibur Nonanya itu."Nona ... " panggil Ervan dengan suara pelan penuh kehati-hatian. "Apa?" jawab Angelica."Itu ... Kenapa anda diam melamun? Oh, lebih baik anda lupakan saja perkataan saya tadi. Saya tidak bermaksud mengomentari keputusanan anda. Saya murni menyampaikan pendapat," kata Ervan menjelaskan."Hm, aku tahu. Aku diam bukan sepenuhnya karena pendapatmu saja. Aku juga sedang memikirkan baik-baik, apakah keputusanku sudah tepat atau tidak," jawab Angelica."Saya mengerti," jawab Ervan."Setelah aku pikirkan, perkataanmu ada benarnya, Van. Mungkin keputusan egois yang kuambil membuat Nathan teraniaya, tapi aku bisa membuatnya menjadi pribadi yang baik dan bertanggung jawab. Memang disayangkan, hidup tenang dan damai yang kuinginkan nggak kesampaian. Mulai dari sekarang, aku akan menebus semua kesalahanku pada masa lalu," kata Angelica.Ervan menganggukkan kepala, "silakan beri p
Last Updated : 2026-04-14 Read more