Keesokan harinya ...Angelica sedang memasak sarapan untuk Papanya didampingi Erika dan beberapa pelayan."Nona, biar saya saja yang memasak. Anda silakan duduk," kata salah seorang pelayan."Biarkan saja. Jarang-jarang Nona mau memasak," kata Erika."Maaf. Saya hanya khawatir Nona terluka," kata pelayan itu.Angelica menatap pelayan dan tersenyum cantik, "makasih sudah khawatir. Sejujurnya aku sudah terbiasa memasak selama delapan belas tahun ini," katanya."Ah, begitu. Saya minta maaf, Nona. Saya sungguh tidak tahu," kata pelayan itu, meminta maaf lagi."Sudah, sudah. Jangan minta maaf terus. Kalian rapikan saja meja makan, aku mau lanjut memasak," kata Angelica.Pelayan mengangguk, dia mengajak pelayan lain pergi merapikan meja makan sesuai perintah Angelica."Bi," panggil Angelica."Ada apa, Nona?" jawab Erika bertanya."Coba cicipi. Apa rasanya sudah enak? Ini pertama kali aku memasak buat Papa. Aku nggak tahu rasa kayak gini sesuai selera Papa atau enggak," kata Angelica meraguk
Last Updated : 2026-04-15 Read more