LOGIN"Darah dibayar Darah!" Angelica Montgomery, Sang Ratu Dunia bawah yang telah mengasingkan diri selama 18 Tahun, akhirnya kembali untuk membalas dendam atas nama anaknya yang terbaring koma di rumah sakit. Kembali memegang penuh kendali dunia bawah dan oraganisasi gelap miliknya, satu per satu orang yang menyakiti putranya dia hancurkan. Kekuatan dan kekejamannya begitu nyata. Siapa menduga jika Angelica adalah seorang pembunuh bayaran nomor satu saat dia masih muda.
View MoreSepupu Papa Theo murka. Dia begitu marah melihat dua bawahannya diserang Angelica. "Kamu, beraninya kamu ..." kata sepupu Papa Theo yang langsung mengeluarkan pistol dan menodongkan ke arah Angelica."Serahkan dirimu sekarang, atau kutembak?" tanya sepupu Papa Theo.Angelica menatap sepupu Theo dengan santai," kamu mengancamku? memangnya kamu pantas?" katanya dingin.Sorot mata Angelica langsung berubah. Tatapan tajamnya bagai tombak yang siap menghunus. Membuat sepupu Papa Theo langsung kelabakan."Aneh sekali. Ke-kenapa ta-tapannya begitu menyeramkan. Apa dia masih orang yang sama. Sepertinya bukan. Jangan-jangan dia ..." kata sepupu Papa Theo dalam hati berpikir. Diusapnya keringat yang mulai menetes di pelipisnya, "ka-kamu ... Cepat serahkan dirimu," kata sepupu Papa Theo lagi, memerintah."Kenapa aku harus melakukannya?" tanya Angelica pura-pura tidak tahu dengan apa yang sudah dia lakukan."Ka-kamu ... " kata sepupu Papa Theo yang tak bisa lagi berkata-kata."Dia kenapa? Aneh
Organisasi Mawar Biru, adalah salah satu dari lima organisasi besar yang mendunia. Pemimpin Organisasi Mawar Biru adalah seorang wanita bernama Rosella. "Bu," Panggil seseorang yang baru saja masuk ke dalam ruangan di mana Rosella berada."Ada apa? Kalau nggak bawa kabar soal ketua jangan kembali," ucap Rosella tanpa menatap seseorang itu."Aku harus berusaha menjelaskan dengan baik. Supaya Bu Rose mau mendengarkan," kata seseorang itu dalam hati."Nona, keberadaan ketua memang tidak bisa kami lacak. Kami sudah memakai koneksi sana sini, dan semuanya sia-sia. Saya juga nggak bisa apa-apa," kata seseorang itu memberikan penjelasan.Rosella memalingkan pandangan, "jadi, kita harus menyerah?" tanyanya."Bukan begitu juga. Kita sudah delapan belas tahun mencari, tapi sama sekali nggak ada petunjuk. Kemungkinanya cuma satu," kata seseorang itu dengan dugaannya."Aku bahkan sampai menyewa detektif ternama dalam dan luar negeri demi mencari keberadaan ketua. Dan hasilnya nol besar. Ketua in
Keesokan harinya, di sekolah. Ketua yayasan mengumpulkan semua orang yang terlibat, termasuk Angelica dan wali kelas. "Semua sudah berkumpul. Saya nggak akan berbelit-belit. Kali ini ditemukan adanya kejanggalan, dan pihak sekolah tak memberikan penjelasan yang memuaskan kepada keluarga Nathan. Saya selaku ketua yayasan meminta adanya penyelidikan agar semuanya jelas," kata ketua yayasan. "Tidak bisa seperti itu, Pak. Anak saya tidak bersalah." "Anak saya juga tidak. Dia siswan teladan. Mana mungkin melakukan perundungan. Ini tuduhan palsu." "Saya setuju. Saya tidak terima dengan tuduhan yang ditujukan kepada anak saya." Papa Theo menatap kepala sekolah, membuat kepala sekolah ketakutan. "Pak ketua, bukankah ini hanya masalah sepele? Lebih baik saya menangani. Anda duduk manis saja di kantor," bisik kepala sekolah. Ketua yayasan langsung menampar kepala sekolah, "kurang ajar. Beraninya kamu menyuruhku hanya duduk manis di kantor. Ada hal serius seperti ini. Bukannya
Keesokan harinya, Angelica pergi ke sekolah untuk bertemu kepala sekolah. Kedatangannya rupanya tak disambut dengan baik. Tak ada satupun Guru yang mendampinginya. Dia bahkan menunggu hampir dua jam demi untuk bisa bertatap muka dengan kepala sekolah."Oh, ada tamu rupanya. Maafkan saya terlambat. Ada urusan mendesak tadi," kata kepala sekolah.Angelica menganggukkan kepala pelan tanpa menjawab. Wajahnya datar tanpa ekspresi.Kepala sekolah duduk di meja kerjanya, "apa ada keperluan, Nyonya?" tanyanya."Saya ingin mendengar penjelasan pihak sekolah tentang kejadian yang menimpa putra saya, Nathan. Apakah pihak sekolah sudah melakukan penyelidikan?" tanya Angelica. Yang masih berusaha tenang meski sebenarnya emosinya meluap-luap."Penyelidikan? Untuk apa diselidiki. Itu 'kan murni kecelakaan yang disebabkan kelalaian diri sendiri. Bukan karena orang lain. Apa anda nggak salah bicara, Ibu Nathan?" tanya kepala sekolah. "Nggak disangka, kalau berpakaian rapi dan dilihat dari dekat begin












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.