Seminggu kemudian, Tamsin keluar dari penjara. Namun Julian tidak datang untuk menjemputnya. Sebaliknya, dia mengirim Owen, dan menunjukkan dengan jelas bahwa dia tidak ingin bertemu dengannya. Kesadaran itu menghantam Tamsin dengan keras, seperti pukulan ke perut, dan matanya berlinang air mata. "Nona Brooks, masuklah ke dalam mobil," kata Owen. "Tuan Russell punya pesan untuk Anda." Kata- kata Owen membuat wajah Tamsin pucat pasi. Dia terhuyung- huyung masuk ke dalam mobil, merasa linglung. Dia menunduk, ragu- ragu, lalu bertanya dengan lemah, "Owen, apakah Tuan Russell masih marah padaku?" "Tuan Russell bilang dia sudah selesai denganmu," jawab Owen dengan tenang, sambil meliriknya di kaca spion. "Tidak mungkin!" Tamsin menggelengkan kepalanya, matanya membelalak kaget, suaranya bergetar. "Dia tidak mungkin meninggalkanku begitu saja! Kau berbohong, kan? Ini pasti lelucon!" Owen menyaksikan luapan emosinya tetapi tetap diam. "Aku tahu aku telah berbuat salah, dan a
Read more