Pagi itu terasa berbeda, tepat pukul sembilan pagi, Celine sudah berdiri di depan gerbang rumah Alisha. Tangannya menggenggam tas kecilnya yang berisi baju-baju yang sengaja dibawanya. Sementara matanya menatap ke dalam dengan perasaan campur aduk antara takut, gugup, dan sedikit ragu, untuk kembali ke rumah itu, rumah dimana dia telah berkhianat pada Alisha, meskipun Alisha sampai saat ini belum mengetahuinya.“Bismillah …” bisiknya pelan.Dia menarik napas panjang, lalu menekan bel. Namun pintu tidak juga terbuka, membuat Celine semakin gugup. Hingga akhirnya pintu terbuka. Diambang pintu besar itu berdiri Alisha, sambil menggendong Raka. Celine langsung menunduk sambil tersenyum.“Assalamualaikum, bu …” ucapnya pelan, saat melihat Alisha.“Waalaikumsalam,” jawab Alisha lembut, sambil berjalan ke arah pintu gerbang dan akan membuka pintu gerbang. Alisha menyerahkan kunci gerbang pada Celine agar membantunya membuka pintu gerbang, karena tangannya sedang menggendong Raka. Waj
Last Updated : 2026-04-12 Read more