Pemuas Hasrat Majikan

Pemuas Hasrat Majikan

last updateDernière mise à jour : 2026-03-11
Par:  Violet Rapuh Mis à jour à l'instant
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Notes insuffisantes
5Chapitres
12Vues
Lire
Ajouter dans ma bibliothèque

Share:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Harap bijak membaca, karena banyak adegan khusus dewasa, bocils skip !! 21+ . . Alisha yang baru saja melahirkan dan membutuhkan seorang baby sitter agar bisa membantunya menjaga bayinya. Rayhan yang merasa kasihan pada Alisha lalu bercerita pada salah satu teman kantornya dan minta di carikan seorang suster. Ternyata suster yang datang begitu cantik, bertubuh langsing dan berkulit putih, meski begitu Alisha jauh lebih cantik hanya saja Alisha yang baru melahirkan bobot tubuhnya semakin bertambah dan wajahnya terlihat banyak jerawat. Hingga suatu hari Celine mampu menggoda dan meluluhkan hati Rayhan yang dikenal sangat mencintai Alisha. Rayhan yang memang sangat tampan, sukses dan pastinya kriteria laki – laki idaman untuk Celine. . Apakah Rayhan akan tergoda rayuan Celine, apa lagi setelah memiliki bayi Alisha jarang melayani kebutuhan Rayhan. Yuks dibaca, siapa tahu cocok.

Voir plus

Chapitre 1

Keluar Tapi Tanggung

"Mas .. eeggghh ....”

Suara desahan dan leguhan serta peraduan dua manusia yang sedang menikmati malam bahagia setelah hampir dua bulan keduanya tidak saling bersentuhan, itu semua karena Alisha baru saja melahirkan.

“Alisha ... sayang, sungguh mas merindukan ini sayang.”

Baru saja Rayhan akan sampai puncak dan gerakan naik turun yang sangat intens bahkan nafas Rayhan sudah sangat terengah-engah, tiba – tiba suara tangisan bayi mereka terdengar begitu keras, membuat Alisha meminta Rayhan untuk segera menghentikan kegiatannya.

“Mas hentikan mas ... itu Raka menangis mas.”

“Mas Rayhan ....”

Rayhan yang sedang tanggung tidak menggubris permintaan Alisha, justru Rayhan semakin cepat memompa gerakannya.

“Tidak sayang ... mas hampir sampai.”

“Alisha ... aahhh ... Alisha.”

Hingga akhirnya .. “Aahhh ... Alisha.”

Baru saja Rayhan sampai pada puncak kenikmatannya, sedangkan Alisha belum sampai karena pikirannya sudah tertuju pada suara tangisan bayi mereka, ditambah suara tangisan Raka semakin keras akhirnya Alisha mendorong tubuh Rayhan yang bahkan baru saja sampai di puncak.

Rayhan sangat kesal dengan Alisha karena baru saja sampai di puncak, bahkan baru setengah semprotan, Alisha langsung mendorong tubuh Rayhan dengan kasar.

Rayhan terpental ke ranjang sedangkan Alisha segera menutup tubuhnya dengan selimut dan langsung berlari menghampiri Raka yang terus menangis, tanpa perduli Rayhan dan Alisha dalam keadaan setengah telanjang.

Ternyata wajah Raka tertutup selimutnya sehingga tidak dapat bernafas, itu sebabnya dia menangis histeris.

Rayhan yang kesal langsung ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang penuh keringat.

Alisha memberikan ASI pada Raka sedangkan Rayhan keluar dari kamar dengan wajah kusut karena tuntas hanya di ujung.

Alisha melihat Rayhan keluar dari kamar mandi dengan wajah terlihat sangat kecewa, namun Alisha tetap diam.

“Kenapa harus kecewa mas, kamu sudah sampai sedangkan aku belum sampai sama sekali tapi aku biasa saja.”

Sambil memberi ASI Alisha terus merutuki kekesalannya pada Rayhan.

Setelah Raka kembali tenang, Alisha kembali meletakkan Raka di box tidurnya, sedangkan Alisha kembali merebahkan dirinya di atas ranjang setelah sebelumnya Alisha membersihkan tubuhnya dari sisa permainannya dengan Rayhan suaminya tadi.

**

Keesokan pagi Alisha sudah selesai membuat sarapan untuk dirinya sendiri dan Rayhan.

“Mas Rayhan pasti sudah sangat lapar, setelah permainan kami tadi malam.”

Tangan lembut Alisha yang sekarang sudah tidak lagi normal karena setelah melahirkan Alisha terlihat semakin gemuk, tangan itu dengan cekatan menyiapkan sarapan ke meja makan.

Rayhan bangun dan langsung turun, bahkan sudah memakai baju kerja, namun wajahnya masih terlihat kusut.

“Sarapan mas ?”

Alisha menawarkan sarapan pada Rayhan, karena Alisha sengaja bangun pagi untuk menyiapkan sarapan.

Namun ternyata tidak sesuai harapan Alisha, karena Rayhan menolaknya.

“Aku sarapan di kantor saja.”

Hanya itu jawaban Rayhan pada Alisha, membuat Alisha sedikit kecewa dengan Rayhan, karena Alisha sudah rela dan sengaja bangun pagi untuk membuat sarapan ternyata Rayhan menolaknya.

“Aku berangkat sekarang Sha !”

Tanpa menunggu jawaban Alisha, Rayhan langsung keluar dengan membawa tas kerjanya.

Alisha yang tahu kalau Rayhan saat ini sedang kecewa hanya diam dan biasanya juga seperti itu, nanti dia dengan sendirinya akan kembali membaik.

“Rupanya dia masih marah masalah tadi malam, terserahlah mas.”

“Kamu kira cuma kamu saja yang kecewa.”

“Repot sekali memiliki suami yang suka sekali begituan.”

Alisha melanjutkan sarapannya, karena memang sudah sangat lapar, setelah Raka terus minum asi membuat perut Alisha kosong,

Raka begitu kuat minum asi meskipun dibantu susu formula.

Selesai sarapan Alisha membereskan dapur dan ruang makan, lalu kembali ke kamar untuk melihat keadaan Raka yang terlihat masih terlelap.

**

Sampai di kantor wajah Rayhan masih terlihat kusut, bahkan Rayhan membanting tas diatas meja ruang kerjanya.

Di kantor posisi Rayhan juga sangat penting, Rayhan menjabat sebagai Manager Pemasaran disalah satu perusahaan ekspor impor di kota Jakarta, dengan gaji sebulan pastinya sangat fantastis, itu sebabnya Rayhan meminta Alisha untuk berhenti bekerja setelah melahirkan Raka.

Roby sahabat Rayhan di kantor menghampiri Rayhan dan duduk di depan kursi meja kerja Rayhan.

“Woy bos ... lu kenapa ? nggak biasanya muka lu ditekuk gitu ?”

“Lu lagi ada masalah sama Alisha ?"

"Biasa Ray rumah tangga baru punya anak satu godaan perkawinan mulai terasa.”

Roby terbiasa menggunakan bahasa tidak formal saat berbicara dengan Rayhan, meskipun jabatan mereka berbeda sangat jauh.

Roby hanya sebagai staff keuangan, meski begitu mereka berdua tidak pernah terlihat membedakan jabatan mereka saat sedang mengobrol.

“Mending lu cerita deh ke gue ada apaan, siapa tahu gue bisa bantu ?”

Rayhan yang memang sangat dekat dengan Roby, akhirnya menceritakan kejadian tadi malam dengan Alisha, yang membuat Rayhan terbawa kecewa hingga pagi hari ini.

Mendengar cerita Rayhan, Roby justru tertawa sangat keras dan Rayhan melempar kertas yang ada di mejanya.

“Owalah jadi karena itu, hahaha ...”

“Aduh ... apa – apaan sih lu, pake lempar – lempar kertas segala.”

Roby protes pada Rayhan sambil terus tertawa pelan.

“Bercanda lu nggak lucu tau Rob, bukannya bantuin gue cari solusi malah ngetawain gue.”

Wajah Rayhan terlihat begitu kesal dengan Roby, justru Roby terlihat tenang setelah meledek Rayhan.

“Jadi mau lu gue bantu apa sekarang ? Bantuin lu keluar lagi sampe puas ?”

“Sorry kalau itu gue nggak bisa, kalau lu mau gue bisa cariin cewek yang bisa lu ajak awok awok.”

Rayhan kembali melotot kearah Roby karena kesal dengan celotehan Roby yang terus meledek Rayhan.

“Ya nggak gitu juga kali, gue juga ogah sama cewek sembarangan, mending gue main solo.”

“Gue sih kepikiran cari baby sitter buat bayi gue dan bisa bantu Alisha. Jadi kalau malem kegiatan gue nggak ke ganggu.”

“Lu tahu sendiri gue abis puasa hampir dua bulan, jadi gue pengennya tiap malem maen, buat ganti yang kemaren nggak begituan karena Alisha masih harus puasa selama empat puluh hari.”

“Lu ada kenalan yayasan yang bisa dipercaya nggak, soalnya gue kalau asal nyari takutnya bermasalah itu suster. Nanti anak gue diculik gimana ? bisa repot gue. Lu tau sendiri Alisha sayang banget sama anaknya.”

Roby terlihat terdiam dan sedang berpikir.

“Ray gue sih nggak ada kenalan yayasan, tapi gue coba tanya sama suster anak gue ya ? Siapa tahu dia di kampung punya kenalan sodara atau tetangganya yang mau kerja ngasuh anak baru lahir.”

“Begitu kan malah enak, kalau ada apa – apa tinggal datengin kampungnya.”

“Kriteria lu mau yang kayak gimana ? nanti gue kasih tau suster anak gue.”

Kali ini Rayhan yang terlihat berpikir kriteria suster yang diinginkan seperti apa ?

“Yang pasti dia harus bersih jangan keliatan lusuh dan kumel. Jangan yang tua karena dia pasti cepat capek, jangan juga terlalu muda, gue takut yang ada dia bukan kerja malah asyik pacaran sama tukang sayur.”

“Hahaha ...”

Keduanya tertawa bersamaan setelah mendengar ucapan Rayhan barusan.

“Ya udah nanti gue tanyain suster anak gue ya, begitu ada langsung gue kabarin.”

“Ya udah gue cabut dulu yah, udah jam delapan lewat, nanti gue kena SP dari pak Manager pemasaran.”

Roby pun berdiri akan keluar dari ruangan Rayhan.

“Sialan lu ... gue pecat langsung nggak pake SP kalau buat lu.”

Roby hanya tertawa sambil keluar dari ruang kerja Rayhan, karena manager yang dimaksud adalah Rayhan.

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Latest chapter

Plus de chapitres

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Pas de commentaire
5
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status