Se connecterHarap bijak membaca, karena banyak adegan khusus dewasa, bocils skip !! 21+ . . Alisha yang baru saja melahirkan dan membutuhkan seorang baby sitter agar bisa membantunya menjaga bayinya. Rayhan yang merasa kasihan pada Alisha lalu bercerita pada salah satu teman kantornya dan minta di carikan seorang suster. Ternyata suster yang datang begitu cantik, bertubuh langsing dan berkulit putih, meski begitu Alisha jauh lebih cantik hanya saja Alisha yang baru melahirkan bobot tubuhnya semakin bertambah dan wajahnya terlihat banyak jerawat. Hingga suatu hari Celine mampu menggoda dan meluluhkan hati Rayhan yang dikenal sangat mencintai Alisha. Rayhan yang memang sangat tampan, sukses dan pastinya kriteria laki – laki idaman untuk Celine. . Apakah Rayhan akan tergoda rayuan Celine, apa lagi setelah memiliki bayi Alisha jarang melayani kebutuhan Rayhan. Yuks dibaca, siapa tahu cocok.
Voir plus"Mas .. eeggghh ....”
Suara desahan dan leguhan serta peraduan dua manusia yang sedang menikmati malam bahagia setelah hampir dua bulan keduanya tidak saling bersentuhan, itu semua karena Alisha baru saja melahirkan. “Alisha ... sayang, sungguh mas merindukan ini sayang.” Baru saja Rayhan akan sampai puncak dan gerakan naik turun yang sangat intens bahkan nafas Rayhan sudah sangat terengah-engah, tiba – tiba suara tangisan bayi mereka terdengar begitu keras, membuat Alisha meminta Rayhan untuk segera menghentikan kegiatannya. “Mas hentikan mas ... itu Raka menangis mas.” “Mas Rayhan ....” Rayhan yang sedang tanggung tidak menggubris permintaan Alisha, justru Rayhan semakin cepat memompa gerakannya. “Tidak sayang ... mas hampir sampai.” “Alisha ... aahhh ... Alisha.” Hingga akhirnya .. “Aahhh ... Alisha.” Baru saja Rayhan sampai pada puncak kenikmatannya, sedangkan Alisha belum sampai karena pikirannya sudah tertuju pada suara tangisan bayi mereka, ditambah suara tangisan Raka semakin keras akhirnya Alisha mendorong tubuh Rayhan yang bahkan baru saja sampai di puncak. Rayhan sangat kesal dengan Alisha karena baru saja sampai di puncak, bahkan baru setengah semprotan, Alisha langsung mendorong tubuh Rayhan dengan kasar. Rayhan terpental ke ranjang sedangkan Alisha segera menutup tubuhnya dengan selimut dan langsung berlari menghampiri Raka yang terus menangis, tanpa perduli Rayhan dan Alisha dalam keadaan setengah telanjang. Ternyata wajah Raka tertutup selimutnya sehingga tidak dapat bernafas, itu sebabnya dia menangis histeris. Rayhan yang kesal langsung ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya yang penuh keringat. Alisha memberikan ASI pada Raka sedangkan Rayhan keluar dari kamar dengan wajah kusut karena tuntas hanya di ujung. Alisha melihat Rayhan keluar dari kamar mandi dengan wajah terlihat sangat kecewa, namun Alisha tetap diam. “Kenapa harus kecewa mas, kamu sudah sampai sedangkan aku belum sampai sama sekali tapi aku biasa saja.” Sambil memberi ASI Alisha terus merutuki kekesalannya pada Rayhan. Setelah Raka kembali tenang, Alisha kembali meletakkan Raka di box tidurnya, sedangkan Alisha kembali merebahkan dirinya di atas ranjang setelah sebelumnya Alisha membersihkan tubuhnya dari sisa permainannya dengan Rayhan suaminya tadi. ** Keesokan pagi Alisha sudah selesai membuat sarapan untuk dirinya sendiri dan Rayhan. “Mas Rayhan pasti sudah sangat lapar, setelah permainan kami tadi malam.” Tangan lembut Alisha yang sekarang sudah tidak lagi normal karena setelah melahirkan Alisha terlihat semakin gemuk, tangan itu dengan cekatan menyiapkan sarapan ke meja makan. Rayhan bangun dan langsung turun, bahkan sudah memakai baju kerja, namun wajahnya masih terlihat kusut. “Sarapan mas ?” Alisha menawarkan sarapan pada Rayhan, karena Alisha sengaja bangun pagi untuk menyiapkan sarapan. Namun ternyata tidak sesuai harapan Alisha, karena Rayhan menolaknya. “Aku sarapan di kantor saja.” Hanya itu jawaban Rayhan pada Alisha, membuat Alisha sedikit kecewa dengan Rayhan, karena Alisha sudah rela dan sengaja bangun pagi untuk membuat sarapan ternyata Rayhan menolaknya. “Aku berangkat sekarang Sha !” Tanpa menunggu jawaban Alisha, Rayhan langsung keluar dengan membawa tas kerjanya. Alisha yang tahu kalau Rayhan saat ini sedang kecewa hanya diam dan biasanya juga seperti itu, nanti dia dengan sendirinya akan kembali membaik. “Rupanya dia masih marah masalah tadi malam, terserahlah mas.” “Kamu kira cuma kamu saja yang kecewa.” “Repot sekali memiliki suami yang suka sekali begituan.” Alisha melanjutkan sarapannya, karena memang sudah sangat lapar, setelah Raka terus minum asi membuat perut Alisha kosong, Raka begitu kuat minum asi meskipun dibantu susu formula. Selesai sarapan Alisha membereskan dapur dan ruang makan, lalu kembali ke kamar untuk melihat keadaan Raka yang terlihat masih terlelap. ** Sampai di kantor wajah Rayhan masih terlihat kusut, bahkan Rayhan membanting tas diatas meja ruang kerjanya. Di kantor posisi Rayhan juga sangat penting, Rayhan menjabat sebagai Manager Pemasaran disalah satu perusahaan ekspor impor di kota Jakarta, dengan gaji sebulan pastinya sangat fantastis, itu sebabnya Rayhan meminta Alisha untuk berhenti bekerja setelah melahirkan Raka. Roby sahabat Rayhan di kantor menghampiri Rayhan dan duduk di depan kursi meja kerja Rayhan. “Woy bos ... lu kenapa ? nggak biasanya muka lu ditekuk gitu ?” “Lu lagi ada masalah sama Alisha ?" "Biasa Ray rumah tangga baru punya anak satu godaan perkawinan mulai terasa.” Roby terbiasa menggunakan bahasa tidak formal saat berbicara dengan Rayhan, meskipun jabatan mereka berbeda sangat jauh. Roby hanya sebagai staff keuangan, meski begitu mereka berdua tidak pernah terlihat membedakan jabatan mereka saat sedang mengobrol. “Mending lu cerita deh ke gue ada apaan, siapa tahu gue bisa bantu ?” Rayhan yang memang sangat dekat dengan Roby, akhirnya menceritakan kejadian tadi malam dengan Alisha, yang membuat Rayhan terbawa kecewa hingga pagi hari ini. Mendengar cerita Rayhan, Roby justru tertawa sangat keras dan Rayhan melempar kertas yang ada di mejanya. “Owalah jadi karena itu, hahaha ...” “Aduh ... apa – apaan sih lu, pake lempar – lempar kertas segala.” Roby protes pada Rayhan sambil terus tertawa pelan. “Bercanda lu nggak lucu tau Rob, bukannya bantuin gue cari solusi malah ngetawain gue.” Wajah Rayhan terlihat begitu kesal dengan Roby, justru Roby terlihat tenang setelah meledek Rayhan. “Jadi mau lu gue bantu apa sekarang ? Bantuin lu keluar lagi sampe puas ?” “Sorry kalau itu gue nggak bisa, kalau lu mau gue bisa cariin cewek yang bisa lu ajak awok awok.” Rayhan kembali melotot kearah Roby karena kesal dengan celotehan Roby yang terus meledek Rayhan. “Ya nggak gitu juga kali, gue juga ogah sama cewek sembarangan, mending gue main solo.” “Gue sih kepikiran cari baby sitter buat bayi gue dan bisa bantu Alisha. Jadi kalau malem kegiatan gue nggak ke ganggu.” “Lu tahu sendiri gue abis puasa hampir dua bulan, jadi gue pengennya tiap malem maen, buat ganti yang kemaren nggak begituan karena Alisha masih harus puasa selama empat puluh hari.” “Lu ada kenalan yayasan yang bisa dipercaya nggak, soalnya gue kalau asal nyari takutnya bermasalah itu suster. Nanti anak gue diculik gimana ? bisa repot gue. Lu tau sendiri Alisha sayang banget sama anaknya.” Roby terlihat terdiam dan sedang berpikir. “Ray gue sih nggak ada kenalan yayasan, tapi gue coba tanya sama suster anak gue ya ? Siapa tahu dia di kampung punya kenalan sodara atau tetangganya yang mau kerja ngasuh anak baru lahir.” “Begitu kan malah enak, kalau ada apa – apa tinggal datengin kampungnya.” “Kriteria lu mau yang kayak gimana ? nanti gue kasih tau suster anak gue.” Kali ini Rayhan yang terlihat berpikir kriteria suster yang diinginkan seperti apa ? “Yang pasti dia harus bersih jangan keliatan lusuh dan kumel. Jangan yang tua karena dia pasti cepat capek, jangan juga terlalu muda, gue takut yang ada dia bukan kerja malah asyik pacaran sama tukang sayur.” “Hahaha ...” Keduanya tertawa bersamaan setelah mendengar ucapan Rayhan barusan. “Ya udah nanti gue tanyain suster anak gue ya, begitu ada langsung gue kabarin.” “Ya udah gue cabut dulu yah, udah jam delapan lewat, nanti gue kena SP dari pak Manager pemasaran.” Roby pun berdiri akan keluar dari ruangan Rayhan. “Sialan lu ... gue pecat langsung nggak pake SP kalau buat lu.” Roby hanya tertawa sambil keluar dari ruang kerja Rayhan, karena manager yang dimaksud adalah Rayhan.Setelah mengganti pakaian rumahannya dengan pakaian tidur, Celine kembali ke kamar Raka dan saat kembali melewati kamar Rayhan dan Alisha, suara desahan Alisha masih terdengar bahkan bukan hanya desahhan tapi juga suara erangan Alisha dan tidak berapa lama terdengar suara Alisha yang ingin menyudahi permainan mereka. “Mas ... please sudah mas aku sudah keluar beberapa kali, rasanya semua tulang aku menghilang dari tubuh aku.” Rayhan tidak perduli dengan permintaan Alisha, justru Rayhan semakin mempercepat gerakannya. “Mas akkhh sakit mas stop mas aku mohon.” Sakit, nyeri bercampur jadi satu yang dirasakan oleh Alisha saat ini. “Tahan sayang aku sebentar lagi sampai.” Hanya itu yang keluar dari mulut Rayhan, Rayhan terus memompa dengan ritme yang semakin cepat. Celine yang mendengar itu sampai memegang bagian bawahnya dan menekannya, karena tiba – tiba apem miliknya terasa berkedut dan gatal ingin segera disentuh. “Gila sungguh gila sekali pak Rayhan, tahan lama sekali.
Rayhan mendekati Alisha dan Alisha membawa Raka ke kamar Alisha.“Sayang si tampan ini hanya milik kamu.”Alisha langsung duduk di pinggir ranjang dan Rayhan duduk disebelahnya.“Jangan berikan asi lagi nanti dia kembali muntah.”Alisha tidak menjawab lalu meletakkannya diatas ranjang tidur Alisha dan Rayhan.Mereka pun bercanda ria hingga akhirnya Alisha merasa lapar.“Mas aku lapar tapi aku belum masak, apa kita beli saja yah tapi yang ada sayurnya. Setelah itu aku baru masak, karena aku sudah sangat lapar sekali.”Akhirnya Alisha kembali berbicara pada Rayhan, Rayhan yang sangat menyayangi Alisha hanya menuruti semua yang diminta oleh Alisha.“Tentu sayang, pesan dan carilah makanan apa yang kamu mau. Biar kita bisa makan. Jangan lupa pesan yang agak banyak, karena sekarang ada Celine. Dia juga harus makan.”Alisha mengambil handphonenya dan mulai mencari makanan di aplikasi makanan online, sedangkan Rayhan bermain bersama Raka.**Tidak sampai tiga puluh menit pesan
Rayhan membuka pintu kamar dan melihat Alisha yang sedang memberikan asi untuk Raka. Rayhan duduk di samping Alisha dan mengecup pucuk kepala Alisha. “Sayang apa kamu marah ? Maafkan mas yah, kalau kamu kecewa karena mas mengambil keputusan tanpa memberitahukan kamu. Ini semua mas lakukan karena mas tidak ingin melihat isteri cantik mas ini lelah setiap hari.” Alisha berdiri dan meletakkan Raka diatas box tidurnya, sedangkan Rayhan masih duduk di pinggir ranjang sambil menatap Alisha yang masih berdiri di pinggir box tidur Raka dan menepuk nepuk Raka agar tidak terbangun. Sesaat kemudian Alisha berjalan mendekati Rayhan dan merapikan bantal seolah tidak ingin Rayhan tahu kalau Alisha sebenarnya kecewa dengan Rayhan. “Cantik ya mas, siapa yang memilih dia ?” Pertanyaan Alisha membuat Rayhan bingung harus menjawab apa ? “Eemmm begini sayang .. aku tidak memilih tapi Roby yang memilih sesuai kriteria yang aku berikan. Aku minta jangan yang tua dan juga jangan yang mu
Pagi hari, Rayhan sudah rapi dan turun ke bawah untuk sarapan. Alisha sudah menyiapkan semua sarapan, namun begitu Rayhan datang Alisha langsung meninggalkan Rayhan di ruang makan. “Alisha kamu mau kemana? Temani aku sarapan karena ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu.” Alisha yang masih kesal dengan Rayhan karena kejadian kemarin pagi, hari ini pun Alisha masih terlihat kecewa dengan Rayhan. Alisha duduk ditempat biasa Alisha duduk saat makan. “Ada apa mas ? apa yang akan kamu bicarakan, apakah sangat penting ? Sebaiknya cepat karena aku harus melihat Raka diatas.” Sambil menyiapkan sarapan ke atas piring Rayhan, wajah Alisha tetap terlihat tidak menunjukkan senyuman sama sekali. “Alisha jadi begini sayang, aku sudah minta tolong ke Roby, kamu masih mengenal Roby kan teman kantor aku.” Tanya Rayhan pada Alisha dan kebetulan Alisha masih ingat siapa Roby tersebut. “hmmm ... iya aku ingat, memangnya ada apa ?” Alisha duduk setelah menyelesaikan mempersiapkan sar






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.