Setelah itu pintu tertutup dan Rayhan tidak tampak lagi. Sementara Celine masih duduk di tepi ranjang dengan napas yang belum sepenuhnya tenang. Rambutnya sedikit berantakan, kulitnya lengket oleh keringat, dan pikirannya jauh lebih kacau dibandingkan tubuhnya. Ada rasa menyesal tapi juga ada rasa puas setelah percintaannya dengan Rayhan barusan. “Ya tuhan kenapa aku jadi begini ?” tanya Celine pada dirinya sendiri. “Harusnya aku bisa menolak ... tapi sentuhan pak Rayhan membuat aku lupa apa itu penolakan.” Begitu langkah Rayhan tak lagi terdengar, Celine perlahan berdiri. Dia berjalan menuju kamar mandi kecil di belakang kamarnya, lalu menyalakan air. Dengan diam, dia membersihkan dirinya, berusaha menghapus sisa-sisa percintaan mereka dari tubuhnya, seakan sisa keringat Rayhan tidak bisa hilang begitu saja. Namun yang paling sulit dibersihkan justru bukan jejak di keringat keduanya, tetapi perasaan yang terus bertentangan di dalam hati. Air mengalir cukup lama dan akhirnya
Last Updated : 2026-04-17 Read more