Aku terbangun dengan sinar matahari yang menyinari wajahku. Aku lagi-lagi lupa menutup tirai. Meski ada memar yang cukup besar di dahiku, aku merasa cukup baik. Aku pun menjalani rutinitasku seperti biasa bersama Naren, lalu memasangnya ke gendongan bayi dan keluar untuk jalan pagi.Taman terlihat ceria, beberapa bunga mulai bermekaran, dan rumputnya begitu hijau hingga seolah memancarkan cahaya.Aku menemukan Itha di belakang rumah, keluar dari sebuah bangunan kecil yang terhubung dengan rumah utama, tampak seperti rumah tamu atau tempat tinggal staf."Pagi, Itha.""Pagi, Aura," jawabnya dengan senyum lebar."Kamu cantik sekali hari ini." Dia tidak mengenakan seragam kerjanya seperti biasa, tetapi memakai gaun panjang bermotif bunga, sandal wedge, anting besar, dan tas cantik yang terlihat bermerek."Terima kasih! Hari ini aku libur. Ini hari Sabtu, jadi aku mau ke Ibu Kota untuk belanja.""Asyik!""Kalau kamu? Tidak ambil libur?""Oh tidak, pekerjaanku penuh waktu. Aku bisa saja kelu
Read more