Setelah Ya Feng memasang badan sebagai tembok baja di hadapan massa, ketegangan di lapangan istana seolah membeku. Shen Wei menarik napas panjang, menekan rasa sakit yang masih berdenyut di dadanya. Ia menepuk bahu zirah perak Ya Feng dengan tangan yang sedikit gemetar."Terima kasih, Panglima. Aku menyerahkan barisan depan padamu," bisik Shen Wei.Ya Feng hanya mengangguk kaku, matanya tetap tajam mengawasi pergerakan pasukan Wen Yi. "Lakukan apa yang harus Anda lakukan, Yang Mulia. Saya tidak akan membiarkan satu langkah pun melewati garis ini."Shen Wei segera berbalik, memfokuskan seluruh perhatiannya pada She Ming yang kini bersandar lemas di pelukan Huo Yan. Pemandangan itu sungguh ganjil. Sang Alkemis Agung yang biasanya berdiri tegak dengan keanggunan yang mengintimidasi, kini tampak tak lebih dari manusia biasa. Napasnya pendek, kulitnya pucat, dan auranya yang biasanya pekat dengan energi magis telah sirna sepenuhnya.Chongqing, Huo Yan, dan Lang Yue berkumpul mengelilingi
最後更新 : 2026-05-13 閱讀更多