Gema pemikiran itu seolah menghantui dinding Paviliun Pualam yang dingin. Chongqing, yang tengah memfokuskan seluruh esensi penyembuhannya ke dada Shen Wei, tidak menyadari implikasi kosmis dari pergeseran emosi yang dialami She Ming. Baginya, satu-satunya prioritas adalah memastikan detak jantung manusia di hadapannya ini tidak berhenti. Hawa hitam penyedot jiwa itu berdenyut jahat, mencoba menembus pertahanan spiritual yang dibangun oleh sang siluman rusa.Tiba-tiba, pintu paviliun terbuka dengan kasar. Hembusan angin panas yang membawa aroma belerang dan besi menyeruak masuk, diikuti oleh langkah kaki yang berat dan penuh amarah.Huo Yan melangkah masuk dengan wajah yang lebih merah dari biasanya. Rambutnya yang menyerupai kobaran api tampak awut-awutan, sementara matanya yang tajam langsung tertuju pada sosok pucat di atas ranjang. Di belakangnya, Lang Yue mengikuti dengan wajah yang jauh lebih tenang namun memiliki ketegasan yang tak terbantahkan. Lang Yue, dengan aura peraknya
最後更新 : 2026-05-12 閱讀更多