Aroma teh krisan yang hangat mengepul dari cangkir tanah liat di tangan Shen Wei, namun kehangatan itu sama sekali tidak mampir ke hatinya. Di dalam tenda utama, keheningan mendadak terasa begitu tebal dan menyesakkan. Shen Wei menyandarkan punggungnya pada kursi kayu, memandangi tiga pasang mata yang kini terfokus padanya dengan intensitas yang berbeda-beda.Di sisi kirinya, She Ming berdiri dengan keanggunan seekor ular yang baru saja pulih, saat ini dia bisa merasakan tatapannya tidak lagi tajam menuntut, melainkan dalam dan penuh kepasrahan yang pekat. Di depannya, Chongqing masih berlutut dengan nampan kosong, matanya yang bulat berbinar penuh rasa kagum yang murni. Sementara di dekat pintu tenda, Ya Feng berdiri bagai patung zirah perak, namun rahangnya yang tegas tampak mengeras setiap kali melihat kedekatan halus antara Shen Wei dan She Ming.Ini adalah paradoks, batin Shen Wei pahit. Sebagai ilmuwan, aku tahu cara mengisolasi satu variabel. Tapi dalam urusan emosi Yao-guai,
最後更新 : 2026-05-17 閱讀更多