"Kakak Zuoqiu, apa kau masih punya muka?" seru Gong Haorang, matanya memandangi ketua sekte dengan ekspresi yang tidak menyembunyikan keterkejutannya.Wajah Zuoqiu Wen memerah dan dia batuk dua kali dengan canggung. "Apa maksudmu berbicara seperti itu kepada seniormu?""Karena kita tidak bisa sepakat," kata Qin Miaoyan, master puncak ketujuh, sambil tersenyum manis dengan cara yang terlatih, "kenapa tidak biarkan si anak memilih sendiri? Aku cukup yakin dia akan memilih Puncak Ketujuh. Siapa yang tidak ingin punya guru secantik ini?"Tang Yushan menoleh ke arahnya dengan ekspresi yang sudah habis kesabarannya. "Kau ikut-ikutan juga? Belajarlah dari adik perempuan keempatmu. Lihatlah Adik Keempat, begitulah seharusnya seorang wanita bersikap. Pantas saja kau masih sendiri sampai sekarang.""Apa salahnya perempuan ikut bicara? Tidak ada yang bilang jenius hanya bisa dilahirkan dari tangan laki-laki. Dan soal aku masih sendiri, itu pilihanku. Pria yang mau mengejarku bisa berbaris dari s
Read more