Setelah itu pun Ning Xueqin segera dikirim pulang oleh Kaisar Ning ke kamarnya lagi. Ning Xueqin terdiam dan kembali ke halaman Selir Mulia Zhen dengan kepala tertunduk, terus menerus memikirkan kata kata dari Ayahnya. Kata kata ini terus menerus bergema ke dalam hatinya, benarkah apa yang dikatakan oleh Ayahnya adalah kejujuran? Ayahnya benar benar mempercayainya? Bukan memandangnya seperti hewan ternak yang siap dikorbankan kapan saja? Ning Xueqin tidak bisa menggambarkan perasaannya saat ini yang sangat campur aduk, bagaikan sebuah petasan kembang api. Sesampainya di luar halaman Kaisar Ning, sudah ada Mei Qian yang menunggunya dengan cemas. “Tuan Putri! Kamu akhirnya kembali, sebelumnya Mei Qian sangat mengkhawatirkan Tuan Putri! “ Seru Mei Qian dengan khawatir. Ning Xueqin memegang tangan Mei Qian yang dingin lalu menghela napas lagi, dia melepaskan jubahnya lalu menyelimuti Mei Qian. Karena perbedaan tinggi badan, sehingga memaksa Ning Xueqin untuk berjanji dan menyelimu
더 보기