"Aku tidak mau ikut," tolak Lyra tegas mempertahankan sedikit harga diri yang tersisa, dia bukan sebuah barang yang bisa dilempar ke sana ke mari.Xander mendekat lagi merasa harga diri jatuh karena diremehkan Lyra. Sampah itu menolak ajakannya. Xander mendecih lalu kembali membuka mulut, kali ini suaranya sangat rendah, nyaris berbisik di telinga Lyra. "Kau tidak punya pilihan. Di sini, kau hanya akan mati di tangan Elena dan kawan-kawannya. Di tempatku, kau mungkin punya kesempatan hidup lebih baik, setidaknya tidak akan ada yang mengusikmu tanpa izinku!”"Kesempatan atau hanya jenis siksaan baru?" sindir Lyra.Xander terdiam sejenak, menatap bibir Lyra yang gemetar. "Mungkin keduanya, tapi setidaknya, kau akan tetap hidup untuk membenciku.""Aku sudah membencimu, Xander," bisik Lyra."Bagus," sahut Xander sambil berbalik pergi. "Pertahankan kebencian itu. Itu adalah satu-satunya hal yang akan membuatmu tetap kuat saat kau menyadari betapa kejamnya duniaku yang sebenarnya."Tubuh Ly
Última atualização : 2026-03-17 Ler mais