Bayangan itu mendarat ringan di atas tanah, lalu melompat menghilang ke arah lain. Baru saat itulah makhluk itu menyadari apa yang terjadi. Ia berhenti berjalan, menoleh dengan gerakan marah untuk mencari manusia yang berani menyerangnya. Namun kepalanya perlahan terlepas dari lehernya dan jatuh ke tanah, sementara darah menyembur deras seperti air mancur karena tekanan pembuluh darahnya. Tidak jauh dari situ, Budi bersandar di sudut pertemuan dua dinding, napasnya terasa sedikit memburu. “Ini sudah makhluk tingkat Biru yang kesepuluh, dan ini misi tingkat E yang ketiga! Sudah cukup lama rasanya menahan ini! Seharusnya setelah menyelesaikan satu misi lagi, aku bisa naik level!” Senyum tipis yang muncul di sudut bibirnya segera menghilang. Mungkin karena makhluk itu sudah terluka parah sebelumnya, tapi sebaik apa pun caranya bertarung, penilaian misinya tetap hanya mendapat predikat “Cukup Baik”. Meski begitu, dia tetap mend
Baca selengkapnya