Marcellino terbangun dalam keadaan terengah, seperti baru saja ditarik keluar dari kedalaman mimpi yang mencekik.Dalam mimpinya, ia kembali menjadi anak kecil dan terperangkap di ruang bawah tanah yang sempit dan gelap, tubuhnya meringkuk dalam posisi tidak nyaman. Di sekelilingnya, berserakan senjata, narkoba, dan sekantong uang yang akan dibagi para pria dewasa setelah urusan mereka selesai. Pesta larut malam, alkohol, asap rokok, tawa keras, dan wanita-wanita yang dibayar untuk menghibur, ia tahu rutinitas ituNamun kali ini, yang ia rasakan hanyalah lapar, haus, dan ketakutan.Waktu terasa berjalan lambat. Ia bahkan tidak tahu sudah berapa lama terkunci di sana. Ia sudah tertidur beberapa kali, lalu terbangun kembali dalam kepanikan yang sama. Ketakutan terbesarnya perlahan merayap masuk, bagaimana jika mereka lupa padanya? Bagaimana jika sesuatu terjadi pada kedua orang tuanya?Dalam kepolosannya saat itu, ia yakin ibunya tidak akan pernah meninggalkannya. Wanita itu akan memper
Terakhir Diperbarui : 2026-04-14 Baca selengkapnya