Jeremy berdiri tegak, menatap wanita itu dari atas untuk waktu yang lama. Merasa ada tatapan yang tertuju padanya, otak Seria yang lamban mulai bereaksi. Fokus matanya kembali, dia melihat ke arah itu.Itu Jeremy!Seketika, Seria seolah menggenggam harapan baru. Dia merangkak dan memeluk kaki pria itu. "Jeremy! Aku tahu aku salah, aku benar-benar bersalah! Lepaskan aku, kumohon! Aku akan berubah, aku nggak akan melakukannya lagi!""Dulu itu semua memang salahku. Asalkan kamu memaafkanku, aku bersedia melakukan apa saja. Jeremy, selamatkan aku, jangan lakukan ini lagi. Aku takut, aku sungguh takut ...." Seria meratap dengan air mata yang tulus karena ketakutan.Namun, meskipun Seria punya kesempatan untuk dimaafkan, Nancy sudah tiada. Mengingat hal itu, Jeremy menatap kehancuran Seria tanpa emosi. "Asalkan kamu melakukan satu hal terakhir agar impas dengan Nancy, aku akan memaafkanmu."Jeremy memberikan tawaran yang tak mungkin ditolak. Demi keluar dari ruangan yang bagaikan neraka
Read more