"Jangan ditanggapi," ucap Bimo setelah beberapa saat. "Terus? Bagaimana saat aku bertemu dengannya?" Wajah Alena memucat, terlihat jelas kalau dia sedang bingung. "Simpan bukti chatnya, jangan kamu hapus. Jadikan itu sebagai bukti kalau dia macam-macam. Semalam, dia hanya mendengarkan suara saja. Jangan sampai kamu terjebak dengan jeratannya." Bimo berpikir lebih bijak. Bahkan, kalaupun dosen itu sempat merekam suara Alena, ia tetap tidak pantas mengirimkan pesan begitu, apalagi dengan membawa nilai. "Kalau bertemu dengannya, jangan tunjukkan kamu takut. Tapi, jangan genit padanya, seperti biasa saja. Selayaknya dosen dan mahasiswa. Kalau di panggil ke ruangan secara pribadi, tolak. Atau kalau tidak bisa nolak, ajak teman dan minta tungguin di depan pintu," sambung Bimo. "Baiklah. Aku sangat takut, ini dosennya sudah tua," jawab Alena. "Mau tua ataupun muda, dia tetap tidak pantas bersikap seperti itu kepada mahasiswinya." Alena mengangguk, ia segera meraih pakaiannya dan menge
Terakhir Diperbarui : 2026-05-19 Baca selengkapnya