Bimo jatuh dari tangga. Ia meringis, namun ada yang aneh. Kenapa rasanya empuk sekali?"Aduh," ucap Bimo."Bimo, kamu bisa minggir nggak?" tanya suara lembut, dan napasnya begitu dekat di telinga Bimo.Seketika tubuh Bimo merinding, bukan karena takut. Melainkan nafas itu begitu lembut, da nada sesuatu yang bangun dari bagian tubuhnya. Tapi, ah sudahlah…Betapa terkejutnya Bimo saat melihat Zaski berada di bawah tubuhnya. Dan lebih hebatnya lagi, tangan Bimo tepat berada diatas kedua buah dada Zaski, empuk.Tapi dasar Bimo, ia tidak segera melepaskan tangannya. Bahkan sebelumnya ia sengaja meremas sedikit gunung kembar milik Zaski, tapi wanita itu hanya diam saja."Ah, maaf, aku tidak sengaja. Tangganya licin," ucap Bimo setelah beranjak dari tubuh Zaski."Salah aku yang tidak memegang tangganya dengan baik," jawab Zaski."Ah, tidak. Aku memang tidak hati-hati," ucap Bimo.Bimo menatap ke atas. Lampu yang tadi mati sudah diganti dengan lampu yang baru, dan sekarang sudah menyala teran
Terakhir Diperbarui : 2026-05-04 Baca selengkapnya