Noria juga tidak menyangka akan bertemu dengannya di sini. Dia tidak menjawab, justru balas bertanya, "Kamu ada urusan di sini?"Ekspresi Aziel sedikit berubah. Kilatan panik melintas di matanya. "Aku datang untuk makan bareng teman di dekat sini. Kebetulan lihat kamu, jadi turun dari mobil."Baru saja kata-kata itu selesai, pintu mobil pun terbuka. Maeva berjalan ke tengah-tengah mereka sambil tersenyum. "Aziel, ini Kak Noria ya?"Aziel tidak menyangka dia akan turun. Hatinya semakin panik, tetapi dia tetap berpura-pura tenang saat memperkenalkan, "Nori, ini ... temanku, Maeva."Maeva mengulurkan tangan dengan sopan untuk menyapa, "Halo, Kak. Kamu sampai keluar sejauh ini, ada urusan apa ya?"Noria berpura-pura tidak melihatnya. Dia menunduk, menjawab pelan, "Menyelesaikan daftar keinginan sebelum ulang tahunku, mau pergi foto."Mendengar itu, mata Maeva langsung berbinar-binar. "Foto? Boleh aku ikut? Seleraku cukup bagus, aku bisa bantu kasih saran."Noria mengangkat kepala dan melir
Mehr lesen