Pagi itu, sinar matahari masuk melalui jendela ruang makan yang luas. Meja makan sudah tersaji dengan sarapan lengkap—nasi goreng, telur, roti panggang, buah-buahan segar, dan jus jeruk.Gito sudah duduk di kepala meja, membaca koran sambil sesekali menyeruput kopinya. Sonya duduk di sampingnya, sibuk mengoles mentega pada roti untuk Gito dengan gerakan yang terlihat tenang—tapi matanya sesekali melirik ke arah pintu.Leon turun dengan langkah santai, mengenakan kaos dan celana jeans. "Pagi, Pah. Pagi, Sonya.""Pagi, Leon. Duduk, sarapan sudah siap," kata Gito tanpa mengangkat kepala dari korannya.Leon duduk di seberang Sonya, mengambil piring dan mulai mengisi dengan nasi goreng.Beberapa menit kemudian, Windy turun dengan senyum cerah. "Pagi semuanya!""Pagi, Windy. Sini duduk," kata Gito ramah.Windy duduk di samping Leon—sengaja memilih posisi itu. Dia langsung menyapa Leon dengan akrab. "Leon, kamu tidur nyenyak semalam? Aku dengar kamu pulang agak malam."Leon hanya mengangguk
Terakhir Diperbarui : 2026-04-26 Baca selengkapnya