Sudut Pandang Orang Ketiga.Kenan berlatih seharian penuh di pusat rehabilitasi, menggertakkan gigi hingga keringat membasahi pakaian latihannya.Setiap sesi terapi terasa seperti tulang yang patah itu dihancurkan kembali dari awal.Ia memejamkan mata. Dentuman ledakan masih terngiang di telinganya. Saat aula runtuh, ia secara naluriah melindungi Selly di bawah tubuhnya.Pada detik itu, hanya ada satu pikiran di kepalanya.Ia sudah pernah kehilangan Selly, ia tak boleh menanggung penyesalan seumur hidup untuk kedua kalinya.Namun ia juga masih ingat, dalam keadaan setengah sadar, terlihat wajah Jennie yang cemas dan butiran keringat besar jatuh di pipinya.Selama tiga hari koma di ICU, Kenan bermimpi panjang.Ia adalah anak luar nikah. Di dalam keluarga, tidak hanya diremehkan semua orang, ia juga tak pernah mendapat kasih sayang ayahnya.Saat remaja, dengan perut kosong dan matahari menyengat, ia dihukum berdiri di luar gerbang oleh ibu tirinya. Ketika hampir pingsan, sebuah bayangan
Magbasa pa