Share

Bab 3

Author: Snoww
Darah merembes dari telapak tanganku yang terkepal. Rupanya semua kepanikan itu hanya karena dia ingin segera pergi menemani wanita itu.

Waktu itu di rumah sakit, Selly tidak mengenaliku karena aku memakai masker. Ia bahkan menamai kontakku sebagai dokter penanggung jawabnya.

Dengan tindakannya sendiri, Kenan mengajariku apa itu cinta yang sebenarnya.

Ia begitu menyayangi Selly. Bahkan jika Selly sedang murung, setiap tetes air matanya akan membuat hati Kenan terasa tercabik.

Saat itu juga, aku menerima telepon dari direktur rumah sakit.

“Jennie, daftar tim medis bantuan ke Valava sudah disetujui. Kamu sebagai anggota terbaik akan menjadi ketua tim.”

“Direktur, kapan berangkatnya?”

“Tanggal 3 bulan depan. Masa tugasnya dua tahun.” Ia menghela napas.

“Kamu baru satu tahun menikah, tetapi harus dikirim ke tempat seperti itu ….”

Aku mengangkat mata yang memerah, lalu tersenyum tanpa gentar.

“Direktur, menyelamatkan nyawa adalah misiku. Di dunia ini, ada banyak hal yang jauh lebih penting daripada laki-laki.”

Setelah menutup telepon, aku menerima pesan dari Kenan.

[Istriku, aku ada urusan mendadak di perusahaan. Malam ini tidak pulang.]

Tak lama kemudian, aku melihat Selly mengunggah foto Kenan duduk di seberang dan mengupas kulit udang untuknya.

Keterangannya:

[Ada orang bodoh yang rela menempuh puluhan kilometer dan menyetir dua jam hanya demi mengupas udang untukku ....]

[“PS: Katanya diriku lebih menggugah selera daripada lobsternya .... #CintaSejatiTakTerkalahkan #AdaYangTakTergantikan]

Di sudut foto itu ikut terambil pemandangan di luar jendela restoran … itu adalah restoran di ketinggian yang dulu pernah kami kunjungi saat Hari Valentine.

Restoran yang pernah kukatakan padanya, bahwa aku sangat menyukai udang saus khas restoran itu.

Aku tidak membalas dan langsung mengabaikannya.

Keesokan harinya adalah ulang tahunku yang ke-26.

Kenan tidak pulang hingga senja.

Di luar, petir menyambar dan turun hujan deras. Aku duduk sendirian di depan kue kecil berdiameter empat inci.

“Jennie, selamat ulang tahun,” bisikku pada diri sendiri, lalu meniup lilinnya.

Rumahnya terasa sangat sunyi.

Tujuh tahun sebelumnya, Kenan selalu merayakan setiap ulang tahunku.

Kami bertemu saat program pertukaran mahasiswa internasional. Dari kampus hingga ke pelaminan, aku tak pernah meragukan cintanya.

Namun aku teringat malam pertama setelah menikah. Kenan bersikeras agar aku mengenakan seragam sekolah dan mengikat rambut kuncir kuda.

Kupikir itu hanyalah fantasi kecilnya. Aku menurutinya dengan malu-malu.

Hanya saat itulah aku melihatnya tenggelam dalam hasrat hingga ke puncaknya, matanya memerah dan bergetar tak terkendali.

Kini aku mengerti. Ia ingin melihat bayangan gadis masa sekolahnya … melalui diriku.

Hal yang tak terduga itu benar-benar terjadi.

Dalam perjalanan pulang hari itu, kaki kanan yang menginjak remnya tidak bereaksi tepat waktu. Ia pun mengalami kecelakaan di jalan layang.

Airbagnya mengembang.

Saat aku tiba di rumah sakit, suasana IGD kacau balau.

“Banyak tulang patah dan kaki kanannya rusak parah, perlu segera dioperasi!” lapor rekanku.

Kulihat wajah Kenan pucat pasi. Ia tak sadarkan diri, dengan luka mengerikan di dahinya.

Secara profesional aku menilai kondisinya :

Cedera kedua kali pada kaki kanan. Patah tulang remuk.

Kali ini … bahkan aku pun tak bisa menyambung tulangnya kembali.

Seorang perawat menyerahkan barang pribadinya, termasuk ponselnya.

Layar menyala. Pesan dari Selly sudah terbaca: [Kenan, ada petir … aku takut sekali … malam ini kamu pulang dan jangan pergi lagi, ya?]

Mungkin pesan itulah yang membuatnya lengah saat menyetir.

Saat Kenan sadar, operasi amputasi kaki kanannya sudah selesai.

Media memberitakan kejadian itu secara besar-besaran.

[Pengusaha ternama Kenan mengalami kecelakaan saat hendak pulang merayakan ulang tahun istrinya di tengah badai.]

[Teladan cinta sejati masa kini : Tuan Kenan kehilangan kaki demi istrinya.]

Kolom komentar pun banjir.

[Ini benar-benar cinta bak dongeng kahyangan!]

[Aku menangis, ini baru cinta sejati! Istrinya pasti menyelamatkan galaksi di kehidupan sebelumnya!]

[Katanya belum lama ini dia juga mempertaruhkan nyawa menyelamatkan orang asing saat ledakan. Pria ini terlalu sempurna!]

[Benar! Tuan Kenan juga sangat tampan, boleh tidak aku yang mendapat rezeki seperti itu?]

Aku membaca komentar-komentar itu dan tertawa sinis … hingga air mataku jatuh.

Dunia tak mengetahui dirinya. Terlihat penuh cinta, namun sesungguhnya tak punya hati.

“Jennie … kakiku sakit .…” panggilnya lemah.

Aku berdiri di samping ranjang dan menatapnya tenang. “Kamu perlu dipasangi kaki palsu. Aku sudah menghubungi ahli prostetik terbaik dari Navis.”

Di matanya terlintas rasa bersalah. “Sebenarnya hari itu … aku tidak sengaja melewatkan ulang tahunmu.”

“Suamiku, kamu tak perlu jelaskan,” potongku pelan. “Aku mengerti semuanya.”

Sebulan kemudian, Kenan keluar dari rumah sakit.

Saat ia pertama kali mencoba berdiri dengan kaki palsu, aku menopangnya.

Dengan mata berkaca-kaca ia menatapku. “Istriku … aku tak bisa membayangkan hidup tanpa dirimu.”

Aku menarik napas panjang dan melepaskan tangannya, meletakkan surat cerai di atas meja.

“Kenan, ayo kita bercerai.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Salju Turun, Kita Tak Menua   Bab 8

    Sudut Pandang Jennie.Saat pesawat mendarat di Bandara Valava, gelombang panas bercampur debu langsung menerpa wajahku.Aku menyanggul rambut panjangku dengan rapi. Di ujung lengan jas putihku tersemat lencana merah-putih Tim Medis Indonesia.Di landasan, kendaraan lapis baja pasukan penjaga perdamaian PBB mengangkut jenazah-jenazah terbungkus plastik menuju area pembakaran.“Dokter Jennie, di sini!”Joseph sang pemandu local melambaikan tangan. “Situasi di zona wabah lebih parah dari laporan. Sudah ada tiga desa .…”Belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, aku sudah melompat ke dalam jip.Di luar jendela, matahari khatulistiwa menyilaukan atap-atap seng kawasan kumuh.Aku menggenggam erat kotak peralatan medis. Telapak tanganku basah oleh keringat.Di dalamnya tersimpan satu-satunya hadiah dari Kenan yang tidak kubakar saat perceraian ….Satu set instrumen bedah presisi tinggi buatan Navis, yang ia berikan ketika aku lulus sebagai profesor.Begitu turun dari mobil, belasan anak berku

  • Salju Turun, Kita Tak Menua   Bab 7

    Sudut Pandang Orang Ketiga.Tak lama kemudian, sebuah berkas gugatan cerai turut menyusul.Dengan jari gemetar, Kenan membuka dokumen itu. Ia terkejut mendapati bahwa Jennie telah lebih dulu menggugatnya ke pengadilan atas dasar perselingkuhan dalam pernikahan dan mengumumkan perceraian secara resmi.Entah sejak kapan, surat perjanjian cerai itu sudah bertanda tangankan namanya sendiri.Dan rekaman pengawasan yang ia unggah adalah adegan pada hari ledakan itu, ketika ia mencium Selly di lorong aula.Bukti nyata terpampang di depan matanya. Wajah Kenan seketika memucat lalu memerah.Asistennya buru-buru masuk sambil membawa laptop, memutar berita wawancara yang baru saja dilihatnya.“Tuan Kenan, silakan lihat ini.”Itu adalah cuplikan dari upacara keberangkatan tim medis internasional. Seorang reporter mewawancarai Jennie:“Dokter Jennie, apa hal yang paling tidak sesali dalam perjalanan karier Anda?”Jennie menatap kamera dan menjawab dengan tenang, “Meski tahu suamiku menahan gelomban

  • Salju Turun, Kita Tak Menua   Bab 6

    Sudut Pandang Orang Ketiga.Pikirannya kosong seketika.Jennie pergi ke Valava? Ke tempat yang dilanda perang dan wabah yang merajalela itu?Kenan terkejut luar biasa. Tanpa sadar ia mundur selangkah, cengkeramannya langsung mengendur.Ia bergumam, “Tidak mungkin. Jennie mana mungkin pergi ke tempat seberbahaya itu.”“Aku sudah melindunginya dengan sangat baik. Bagaimana mungkin dia sanggup menderita seperti itu?”Ia membaca berita … Virus Ebola baru-baru ini menyebar parah di Valava Selatan, bahkan Organisasi Kesehatan Dunia telah mengeluarkan peringatan.Selly melangkah maju dan menggandeng lengannya, kilatan sinis melintas di matanya.“Kenan, jangan khawatir. Kak Jennie pasti hanya ingin menaikkan jabatan dan gelar profesionalnya, mencari reputasi semata. Lagipula kalau sudah kembali nanti, gajinya pasti berlipat ganda.”Matanya berkilat. “Sekalian juga menarik perhatianmu, supaya kamu makin peduli padanya.”Kenan menepis tangannya dan mendorongnya menjauh.Matanya mendadak memerah.

  • Salju Turun, Kita Tak Menua   Bab 5

    Sudut Pandang Orang Ketiga.Kenan berlatih seharian penuh di pusat rehabilitasi, menggertakkan gigi hingga keringat membasahi pakaian latihannya.Setiap sesi terapi terasa seperti tulang yang patah itu dihancurkan kembali dari awal.Ia memejamkan mata. Dentuman ledakan masih terngiang di telinganya. Saat aula runtuh, ia secara naluriah melindungi Selly di bawah tubuhnya.Pada detik itu, hanya ada satu pikiran di kepalanya.Ia sudah pernah kehilangan Selly, ia tak boleh menanggung penyesalan seumur hidup untuk kedua kalinya.Namun ia juga masih ingat, dalam keadaan setengah sadar, terlihat wajah Jennie yang cemas dan butiran keringat besar jatuh di pipinya.Selama tiga hari koma di ICU, Kenan bermimpi panjang.Ia adalah anak luar nikah. Di dalam keluarga, tidak hanya diremehkan semua orang, ia juga tak pernah mendapat kasih sayang ayahnya.Saat remaja, dengan perut kosong dan matahari menyengat, ia dihukum berdiri di luar gerbang oleh ibu tirinya. Ketika hampir pingsan, sebuah bayangan

  • Salju Turun, Kita Tak Menua   Bab 4

    Senyum di wajah Kenan membeku.“Aku sudah tahu tentangmu dan Selly. Di lokasi ledakan hari itu, kamu mengabaikan keselamatanmu sendiri demi menyelamatkannya. Kamu jauh lebih memperhatikan dirinya daripada diriku,” kataku sambil tersenyum tipis.“Kalau begitu, aku akan mengabulkan keinginanmu. Aku mundur.”Entah sudah berapa kali aku menahan diri dari kehancuran, hingga kini bisa menceritakan semuanya dengan wajah setenang ini.Kenan menatapku tajam, antara curiga dan panik.Ia tak bisa memastikan seberapa banyak yang sudah kuketahui.“Aku dan dia hanya teman lama. Kenapa kamu berulah begini?”“Yang gila itu aku, atau kamu yang tak mampu menahan perasaanmu sendiri … kamu yang paling tahu.”Nada bicaraku ringan, tetapi setiap katanya menusuk.Ujung matanya memerah. Ia memelukku erat.Luka di kakinya kembali berdarah, noda merah merembes keluar, tetapi ia tak bergeming.“Kamu itu istriku, selamanya. Aku menyelamatkannya karena instingku. Siapa pun orangnya, tetap akan kutolong. Jangan ber

  • Salju Turun, Kita Tak Menua   Bab 3

    Darah merembes dari telapak tanganku yang terkepal. Rupanya semua kepanikan itu hanya karena dia ingin segera pergi menemani wanita itu. Waktu itu di rumah sakit, Selly tidak mengenaliku karena aku memakai masker. Ia bahkan menamai kontakku sebagai dokter penanggung jawabnya.Dengan tindakannya sendiri, Kenan mengajariku apa itu cinta yang sebenarnya.Ia begitu menyayangi Selly. Bahkan jika Selly sedang murung, setiap tetes air matanya akan membuat hati Kenan terasa tercabik.Saat itu juga, aku menerima telepon dari direktur rumah sakit.“Jennie, daftar tim medis bantuan ke Valava sudah disetujui. Kamu sebagai anggota terbaik akan menjadi ketua tim.”“Direktur, kapan berangkatnya?”“Tanggal 3 bulan depan. Masa tugasnya dua tahun.” Ia menghela napas.“Kamu baru satu tahun menikah, tetapi harus dikirim ke tempat seperti itu ….”Aku mengangkat mata yang memerah, lalu tersenyum tanpa gentar.“Direktur, menyelamatkan nyawa adalah misiku. Di dunia ini, ada banyak hal yang jauh lebih penting

  • Salju Turun, Kita Tak Menua   Bab 2

    Kenan tidak mendorongnya menjauh.Aku yang baru saja menyelesaikan operasi intensitas tinggi selama enam jam, terduduk di lorong yang dingin dan menangis tanpa suara saat menyaksikan adegan itu.Perempuan yang rela ia selamatkan meski harus mengorbankan nyawanya … bukanlah aku.Saat ia didorong masu

  • Salju Turun, Kita Tak Menua   Bab 1

    “Nona Jennie, apa Anda yakin ingin mengajukan diri dalam daftar tim medis yang akan berangkat membantu ke Valava kali ini?”“Ya, saya sudah yakin.”Setelah menutup telepon, aku menatap foto di layar ponsel. Dibalut gaun pengantin model ekor duyung, aku digandeng Kenan berjalan di atas hamparan bunga

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status