Sepulang dari kantor, Raka langsung melesat ke rumah sakit tempat ibunya dirawat.Saat Raka membuka pintu kamar rawat ibunya, suara oksigen dan detak monitor menyambutnya.Di ranjang pasien, wajah seorang wanita paruh baya menoleh perlahan ke arahnya. Sang ibu.Matanya yang dulu hangat kini redup, tapi ketika melihat Raka, senyum tipis muncul—meski lemah tapi tulus–satu-satunya kehangatan yang tersisa dalam hidupnya."Raka… kamu pulang, Nak?" tanya Arumi seraya beranjak duduk, yang membuat Raka buru-buru menghampiri, menahan gerakan ibunya.Melihat wajah Raka yang kusut dan tampak kelelahan, ia kembali bersuara, "Kamu lembur lagi, ya?"Mendapatkan pertanyaan itu, Raka tidak langsung menjawab, menelan segala kekacauan yang semalaman terjadi.Ia tidak mungkin mengatakan hal yang sebenarnya kepada sang ibu!Setelah terdiam sejenak, Raka akhirnya mengangguk. "Iya, Bu… aku lembur lagi," Raka memaksakan senyum.Di saat ini, Arumi mengulurkan tangannya yang gemetar, mengusap pipi Raka. "Kamu
Last Updated : 2026-03-28 Read more