Di hadapan Sumber Utama Kekosongan Abadi, sebuah pusaran energi primordial yang berdenyut di jantung Inti Penciptaan, Aksara tidak merasakan ancaman yang mematikan, melainkan sebuah kesedihan yang mendalam. Entitas raksasa itu, yang dulunya adalah Keseimbangan Primordial, kini terdistorsi oleh kehampaan yang tak terkendali, sebuah luka kosmik yang mengancam untuk menelan seluruh multiverse. Ia adalah Benih Alam, dan ia akan melindungi alam semesta.Aksara melangkah maju, meninggalkan timnya di belakang. Ia tahu bahwa konfrontasi ini harus ia hadapi sendirian, sebagai Penguasa Multiverse, sebagai Naga Keseimbangan. Ia memusatkan Transformasi Naga Kosmik Keempat Belasnya, memancarkan cahaya pelangi yang lembut, dan mengulurkan tangannya ke arah Sumber Utama Kekosongan Abadi. Ia tidak berniat menyerang, melainkan untuk terhubung, untuk memahami.“Aku datang bukan untuk menghancurkanmu,” kata Aksara, suaranya bergema di seluruh Inti Penciptaan, dipenuhi dengan empati dan kebijaksanaan. “A
Last Updated : 2026-05-09 Read more