Cahaya putih yang memancar dari pusat segala eksistensi—The Final Milestone—bukan lagi sebuah ancaman, melainkan sebuah undangan bagi sang kaisar yang telah menaklukkan setiap naskah yang mencoba membelenggunya. Armada klan Wijaya, yang kini berjumlah jutaan kapal dengan sepuluh ribu dewa darah emas sebagai garda terdepan, berhenti tepat di ambang batas cakrawala kejadian. Di hadapan mereka, ruang dan waktu tidak lagi berbentuk materi, melainkan lembaran-lembaran cahaya yang bergetar hebat, menunggu tanda tangan terakhir dari penguasa sahnya.Surya Wijaya berdiri di ujung dek terbuka kapal induk The Horizon-Breaker. Ia tidak mengenakan zirah perang, melainkan setelan jas hitam custom-made yang elegan, mengingatkan pada masa kejayaannya sebagai CEO di Jakarta, namun dengan jubah cahaya putih yang melambai dari bahunya. Di jarinya melingkar cincin "Endless" pemberian ayahnya, dan di tangan kanannya ia memegang The Master Quill. Tubuh atletisnya memancarkan aura yang begitu padat hingga
Dernière mise à jour : 2026-04-26 Read More