Saat melihatku dengan kaki terbuka lebar dan tubuh yang menempel pada Pak Irfan, Shinta langsung terpaku di tempat.Sementara aku, benar-benar terdiam seribu bahasa ketika melihat suamiku berdiri di samping Shinta."Sedang apa kalian?!"Shinta tersadar dan berteriak histeris, suaranya menggema di seluruh ruangan.Seperti orang kehilangan kendali, dia berlari ke arah kami sambil mengayunkan tasnya. Dia memukul dan merusak apa pun yang ada di dekatku dan Pak Irfan.Sementara suamiku berdiri di tempat dengan wajah muram dan dingin.Aku sempat berpikir, setidaknya Pak Irfan akan melindungiku saat ini.Namun di luar dugaan, dia tidak berdiri di depanku, malah langsung berlutut di hadapan Shinta."Maaf, Sayang … semuanya gara-gara dia. Dia yang godain aku!"Pada saat itu, aku benar-benar terpaku.Aku tak pernah menyangka, pria yang berkali-kali menyeretku ke dalam hubungan ini justru melemparkan semua kesalahan padaku."Perempuan murahan! Nggak tahu diri!"Kata-katanya jelas berhasil mengali
Read more