66"Ayah, Bang Zid, mau sekolah di sini?" tanya Zhou Yiran. "Ya. Dia yang mau begitu. Aku iyain aja, tapi ada syaratnya," sahut Wirya. "Pertama, nggak boleh tinggal salat. Kedua, tinggalnya pindah-pindah setiap bulan. Dari rumah Papa Qianfan, lalu ke rumah ini. Terus, ke rumah Kakek Edward. Terakhir, ke rumah Paman Rembrand. Kalau dia mau nginap di rumah Koko Chyou, juga boleh," lanjutnya. "Apa tidak membingungkan?" "Enggak. Zid sudah biasa nginap pindah-pindah. Dari rumahku, ke rumah Koko Dante, lalu ke tempat Zulfi, Hendri, Yoga, Andri, Rangga, dan Yono. Kalau lagi libur, dia nginap di rumah Varo, Yanuar, atau Pak Sultan." "Hmm. Rasanya akan berbeda kalau Bang Zid tidak ada di rumah." "Pasti itu. Mamanya sudah nangis dari kemarin malam, karena dia baru dengar tentang itu." "Ayah nggak cerita dulu ke Mama?" "Belum sempat. Dari datang kemarin siang, aku sibuk diskusi dengan Papa Qianfan dan Kakek Edward. Terus, ngobrol sama keluarga besar." Wirya terdiam sejenak, kemudian dia
Last Updated : 2026-06-01 Read more