Saat Sofia baru saja merasa sedikit lega, Karta akhirnya kembali.Kali ini, sikapnya sangat tegas. "Pak Vijay, mohon maaf sekali, kuota ini sudah ditentukan sebelumnya dan sudah diatur. Nggak bagus kalau diubah secara mendadak."Melihat ekspresi Vijay menjadi dingin, Karta segera menghiburnya lagi. "Tapi, Bapak nggak perlu khawatir. Untuk kasus ibunya Bu Sofia juga kami akan berusaha sekuat tenaga. Kalau Bu Sofia masih merasa kurang yakin, aku juga bisa membantu menghubungi rumah sakit yang lebih berwenang."Melihat secercah harapan terakhirnya hancur, cahaya di mata Sofia meredup."Sofia, kamu keluar dulu," perintah Vijay.Sofia pergi dengan pikiran kosong."Pak Karta, jujur saja, syarat apa yang harus dipenuhi agar bisa melakukan operasi untuk Bu Chelsea?"Tatapan Vijay sangat dalam saat memandang Karta. "Syaratnya terserah Bapak.""Pak Vijay salah paham, untuk hal ini aku benar-benar nggak bisa membantu." Vijay langsung mengerti, lalu bertanya langsung, "Boleh aku tahu siapa yang me
Read more