Antares maupun keluarga yang lain dibuat terpana oleh Delia yang ternyata sangatlah cekatan. Dulu gadis manja itu tidak bisa melakukan apapun, bahkan untuk mengikat tali sepatunya sendiri masih butuh bantuan orang lain, tapi kini setelah menikah dia begitu perhatian, bahkan untuk urusan rumah dia kerjakan dengan baik. "Kalian ngapain sih, kok menatapku terus? Apa aku ada salah sama kalian?" Delia merasa tak nyaman karena hampir semua orang di rumahnya menatapnya dalam diam. Tak satupun dari mereka berniat untuk menegurnya, tapi mereka juga tidak menatap ilfeel padanya dan itu membuatnya kurang nyaman. "Enggak sayang, kamu jangan salah paham," cicit Antares yang kini menarik kursi di ruang makan berkumpul dengan yang lain. Pria itu melirik ke arah mertua dan juga iparnya. Dia tahu apa yang tengah terpikirkan oleh mereka, hanya saja dia memilih untuk diam. "Ya bukannya aku overthinking, tapi kan nggak nyaman juga dari tadi kalian mengamatiku terus, seolah-olah aku ini seorang penja
Leer más