Sandi menarik nafas, begitu sulitnya membujuk Delia , padahal Delia dulu sosok yang sangat patuh, bahkan tak berani melawannya, kini wanita itu berubah bagaikan monster. "Oke, aku bisa memaklumi kemarahanmu Delia, tapi tolong jangan buat aku semakin terpuruk." Sandi belum memberikan penjelasan mengenai kondisinya saat ini, dia sengaja tidak ingin Delia mengetahui keterpurukannya, karena ia yakin Delia malah sulit dibujuk jika mengetahui dirinya terjatuh menuju kebangkrutan."Sumpah Del, selama kamu pergi dari rumah aku merasakan hal yang beda," cicitnya dengan raut wajah memelas. "Nggak ada kamu hidupku sepi, bahkan nggak pernah ada masakan yang tersedia di atas meja di saat aku pulang kerja." Delia tertawa renyah. "Loh, kok bisa begitu? Gimana dengan istri kesayanganmu? Apa dia nggak bisa melayanimu dengan baik?" Delia menutup mulutnya dengan satu tangannya. "Oh iya aku lupa. Dia kan bukan untuk melayanimu sebagai budakmu, tapi dia dikhususkan untuk melayanimu di kasur. Sorry, ak
Leer más