"Delia, kemarilah."Wijaya dan keluarganya tengah duduk di ruangan tengah menunggu anak perempuannya pulang dari kampus. Delia yang baru memijakkan kakinya hendak menaiki anak tangga terpaksa berhenti dan menemui keluarganya yang memintanya untuk menemui mereka. "Iya, ada apa pa?" Gadis itu mematung tak segera mengambil tempat duduk. Diletakkannya tas punggung itu ke sofa dengan wajah tercengang, was-was ada sesuatu yang mungkin bakalan mengejutkannya. "Duduklah, kita perlu bicara!" Terpaksa dia duduk di tengah keheningan tatapan keluarganya yang lain. Shanty sang ibu mengulas senyumnya dengan memberikan teguran kecil untuknya. "Nggak usah tegang gitu! Rileks aja." Delia mengulas senyuman paksa. Bingung dengan tatapan mereka. "Eh.., iya ma, sebenarnya ada apa sih? Aku kok deg-degan gini ya?"Wijaya maupun Shanty terkekeh, berbeda lagi dengan Liam yang selalu berwajah dingin. "Jadi begini, tadi pak Surya tadi datang ke sini." Deg,, tiba-tiba jantungnya berdetak kencang seolah-ola
Leer más