Harry menatapnya lekat-lekat tanpa menjawab, malah balik bertanya, “Jefri, kasih tahu ayah, kok Sofia bisa pergi tiba-tiba?”Jefri pun menceritakan semua hal yang telah dia lakukan. Semakin bercerita, dia semakin bersemangat.Namun, kening Harry malah berkerut dalam.Lama-kelamaan, Jefri menyadari ada yang tak beres. Dia tak berani lagi menatap mata Harry.Dengan ragu, dia bertanya, “Ayah, kok kamu diam saja?”Harry menatapnya dengan senyuman sinis yang dipaksakan, “Nggak apa-apa, lanjutkan lagi ceritamu.”“Nggak ada lagi yang ingin kuceritakan. Intinya, si Sofia benalu itu akhirnya pergi juga. Sekarang ayah bisa mencarikan ibu baru untukku.”Setelah mendengar itu, Harry menatap Jefri dengan mata yang memerah.Harry bergumam pelan, “Cari ibu baru?”Jefri mengira sarannya membuahkan hasil, dia pun segera mengangguk.“Iya ayah, kamu bisa mencarikan ibu baru untukku.”Harry mendengus dingin, “Kamu baru saja mengusir ibumu sendiri, kamu nggak sadar?”Jefri yang masih kecil tak mengerti ma
Read more