Saat Dandi membuka pintu gudang yang terbengkalai di dermaga, yang dia lihat hanya Scarlett yang duduk di atas drum minyak berkarat.Tidak ada geng saingan, tidak ada baku tembak. Hanya luka gores dangkal di kakinya.Begitu menyadari Scarlett memalsukan penculikannya sendiri untuk memancingnya datang ke sini, Dandi langsung murka. Namun, saat tubuh lembut Scarlett menempel padanya, amarah itu sedikit goyah.Scarlett mengangkat pergelangan tangannya ke arah Dandi, matanya memerah. Bekas luka merah tampak jelas di kulitnya yang putih.Dia terlihat terluka. "Mereka benar-benar melukaiku, tapi aku takut nggak bakal bisa bertemu kamu lagi, jadi aku nggak membiarkan mereka melukai terlalu dalam. Kalau nggak, gimana kamu bisa melihatku lagi, Dandi? Aku benar-benar nggak ingin hidup tanpa kamu."Sekilas rasa iba melintas di mata Dandi, tetapi kata-katanya tetap tajam. "Lain kali, cari belati yang lebih tajam."Melihat dia marah, Scarlett malah terkikik dan melingkarkan tangan di lehernya. "Bai
اقرأ المزيد