Olivia mendorong kursi roda Aurelie menuju jendela yang sedikit terbuka. Kakak beradik itu menikmati salju yang turun di luar saja. Secangkir cokelat hangat Olivia berikan untuk adiknya.. "Terima kasih, Kak," Aurelie tersenyum senang. Ia seakan tak ingin berpisah dengan sang kakak walau hanya di malam hari. Akan tetapi, Aurelie juga sadar jika sang kakak sudah memiliki seorang suami, dan ia tak boleh egois akan hal itu. Aurelie sendiri belum pernah mengobrol dengan Nick, kakak iparnya. Pria itu terlihat sangat sibuk. Berangkat di pagi hari dan pulang malam hari. Aurelie benar-benar tak punya waktu untuk sekedar memperkenalkan diri pada suami kakaknya itu. "Kak, apa kakak bahagia dengan pernikahan ini? Maaf jika ini menyinggung kakak, aku rasa pernikahan kakak terlalu terburu-buru," Aurelie meneguk cokelat panas miliknya, tatapannya kemudian beralih pada Olivia yang kini mendudukan dirinya di sofa. "Kakak tentu saja bahagia, Rel. Tidak ada yang terburu-buru, kakak hanya takut
Read more