Olivia memindai sekitar. Ia kini sudah tersadar dari tidur panjangnya. Hampir dua hari ia tak sadarkan diri. Olivia kemudian menangis mengingat apa yang sudah terjadi. Ia melihat tangannya, tak ada ikatan di sana. Hanya ada infusan yang menancap di tangannya. Ia baru sadar kini dirinya sedang ada di rumah sakit. "Mana Nick dan Aurelie?" Jeritnya. Ia tak sabar menunggu kabar baik mengenai adik dan suaminya. Terakhir kali ia ingat Aurelie mengalami syok dan Nick hendak di tembak oleh ayahnya. Nick yang ada di ruangan itu pun berdiri dan menghampiri Olivia yang ketakutan. Ia menenangkan istrinya. "Ini aku," Nick langsung memegang tangan Olivia, memastikan kehadirannya di sana. "Nick, kau baik-baik saja?" Tanya Olivia cemas. Ia menatap Nick dari ujung kaki hingga kepala, memastikan tak ada luka berarti di tubuhnya. "Iya, aku baik-baik saja," Nick tersenyum, senang Olivia mengkhawatirkannya. "Maafkan aku karena kau menjadi susah," Olivia menangis tersedu. "Tidak apa-apa, suda
Baca selengkapnya