MasukOlivia, seorang penipu ulung, tak pernah menyangka hidupnya berubah setelah mencuri cincin milik CEO arogan, Nick Louis. Bukannya menyerahkannya ke polisi, Nick justru memberi penawaran gila: menikah dengannya! Demi menyelamatkan adiknya yang membutuhkan biaya operasi besar, Olivia tak punya pilihan selain menerima tawaran itu. Tapi semakin lama tinggal bersama Nick, semakin ia sadar bahwa pria arogan itu menyimpan rahasia dan luka masa lalu yang jauh lebih berbahaya... Di tengah hubungan palsu yang perlahan terasa nyata, akankah mereka jatuh cinta… atau justru saling menghancurkan?
Lihat lebih banyakSuasana kelas tampak lebih tenang dari biasanya. Olivia melirik Stevi yang tengah mendemonstrasikan masakannya dengan mata yang bengkak. Olivia merasa iba dengan wanita itu. Kemudian tatapannya beralih pada Edmund yang sedang menatap ke arahnya. Tatapan pria itu tampak dalam. Olivia segera mengalihkan tatapannya dan fokus kembali menperhatikan Stevi. Saat jam perkuliahan usai, Olivia berjalan bersama Zoe menuju kantin. Edmund menyusul langkah keduanya. "Kalian mau ke mana?" Tanya Edmund dengan ceria. Olivia mengernyitkan dahinya. Mengapa Edmund kembali bersikap hangat padanya? Ah, Olivia semakin tak mengerti dengan pria yang ada di hadapannya ini. Mengapa sikapnya sering berubah? "Mau ke kantin," Zoe menjawab dengan tersenyum. "Aku ikut," tukas Edmund seraya berjalan melewati wanita itu. Olivia dan Zoe berpandangan dengan banyak pertanyaan di kepala. Keduanya menyusul langkah pria jangkung itu menuju kantin. Di sana Edmund memesan tiga porsi makanan dan minuman untuknya dan unt
Sesudah pulang dari kampus, Olivia lebih memilih berdiam diri di kamar. Biasanya srtiap hari wanita itu akan mengunjungi adiknya. Akan tetapi, Olivia tak melakukannya. Sudah dua hari ini dia mendiamkan adiknya sendiri. Olivia terlampau kecewa dengan sang adik. Olivia tak pernah menyangka kata-kata adiknya membuat hatinya terluka. Di rumah yang lain, Aurelie tengah duduk di dekat jendela. Ia memperhatikan bunga-bunga yang sudah bermekaran seutuhnya. Meski sudah melihat bunga-bunga, akan tetapi, tak membuat suasana hati Aurelie membaik. Pikirannya tertuju pada satu nama, yaitu kakaknya sendiri, Olivia. Sudah dua hari kakaknya itu tak mengunjunginya. Aurelie begitu kesepian. Seolah ada bagian dari hidup dan dirinya yang hilang. Kenangan bersama sang kakak berputar di kepalanya. Olivia yang berlari sembari hujan-hujanan untuk membeli obat untuknya, Olivia yang hanya membeli satu makanan untuk Aurelie saja. Tak terasa, air mata menitik dari mata Aurelie. "Kau merindukan kakakmu?" Tan
Nick sedang meminum jus apel kesukaannya di restoran di sekitar menara Eiffel yang biasa ia kunjungi. Jus apel sangat populer di Perancis. Jus apel terkenal berasal dari kota Normandia karena kualitasnya. Jus ini disajikan murni tanpa di saring maupun tanpa gula. Nick memang sangat menjaga kesehatannya. Untuk itu ia sangat menyeleksi apa yang masuk ke dalam tubuhnya. Nick melihat arloji yang menempel di tangannya. Ia kini sedang menunggu rekan bisnisnya datang. Rekan bisnisnya itu ingin pertemuan mereka dilakukan di luar kantor dengan alasan agar pembicaraan keduanya lebih santai. Nick tak pernah menunggu. Ia cukup kesal karena partner bisnisnya ini terlambat datang. "Maaf Tuan Nick, aku terlambat!" Rekan bisnisnya itu tersenyum, kemudian duduk di kursi yang ada di hadapan Nick. "Kau terlambat lima menit, Tuan," jawab Nick dingin sembari kembali melihat arloji mewahnya. "Iya, aku minta maaf untuk itu, Tuan. Tadi mobilku mogok. Jadi, aku harus melanjutkan perjalanan dengan mena
Olivia tengah mempraktekan membuat masakan yang dicontohkan oleh chef. Ia mempraktekan masakan itu dengan baik dan detail. Semua siswa memperhatikan dirinya dengan teliti. Edmund menatap wanita yang ia sukai dengan seksama. Ia heran mengapa Olivia tak mengungkit apa yang terjadi setelah pesta? Padahal Edmund sudah mempersiapkan semuanya jika wanita itu menuntut penjelasan padanya. "Bagus, semua step dilakukan dengan benar," puji chef ketika Olivia baru saja selesai mendemonstrasikan masakannya di depan semua siswa. Olivia kembali ke tempat duduknya dengan perasaan senang. Semua siswa memberikannya selamat, termasuk Zoe. "Kau memang hebat!" Puji Zoe pada Olivia. "Terima kasih, Zoe," Olivia menjawab dengan riang. Perkuliahan hari ini pun selesai lebih cepat dari biasanya. Olivia yang sedang bertengkar dengan Aurelie malas untuk pulang. Ia memilih untuk bertahan di kampus lebih lama. Lagi pula Nick belum pulang, begitu pikirnya. "Liv, ayo kita makan di kantin!" Ajak Zoe pada
Olivia sampai di rumahnya. Ia berharap suaminya belum pulang. Akan tetapi harapannya tak terwujud karena ia mendapati Nick sudah pulang dari kantor. "Mengapa aku seperti ketahuan berselingkuh? Biasa saja, Oliv!" Olivia menatap mobil suaminya dan masuk ke dalam rumah. "Mengapa tubuhmu basah?" Tan
Olivia masuk ke dalam kelas dengan senyuman yang tak hilang dari wajahnya. Edmund meliriknya dan menatapnya dalam waktu yang lama. Ia juga melihat kiss mark yang sangat banyak pada leher wanita itu. Membuat hatinya merasakan kesakitan yang amat perih. Hatinya terbakar cemburu, padahal tak seharusnya
Olivia sedang termenung di dalam kamar sendirian. Banyak beban berkecamuk di dalam pikirannya saat ini. Kesehatan Aurelie sudah membaik dan ia sudah pulang. Namun entah mengapa hal itu tak jua membuat bebannya lebih ringan. Olivia menatap nanar pada jendela yang terbuka. Ia bahkan tak sadar ketika
Edmund berguling mencari posisi nyaman. Matanya tak kunjung terpejam. Olivia memenuhi pikirannya. Edmund menutupi wajahnya dengan bantal. Akan tetapi, bayangan wajah Olivia malah semakin jelas terlukis di benaknya. "Mengapa kau tak mau pergi?" Bentak Edmund seolah-olah Olivia ada di sana, di dala












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan