Kyrran bangun terduduk dengan malas sembari mengusap luar ponselnya, mengangkat telepon Daisy."Ya, kenapa?" ujar cowok itu dingin."Gak kenapa-kenapa kok, Sayang. Cuma mau tahu kabar kamu aja di NY sana," ujar Daisy terdengar manis."Seperti biasa, sibuk," jawab Kyrran malas.Ada jeda beberapa saat sebelum Daisy melanjutkan ucapannya. "Oh iya, aku rencana mau ke NY, bertemu kamu. Apa kamu bisa jemput aku di bandara besok lusa?""Gak usah, aku lagi sibuk, harus berapa kali aku ulangi," sinis Kyrran."Tapi aku kangen sama kamu Kyrran," timpal Daisy."Sejak kamu selesai operasi, aku harus menahan diri sampai kamu kembali ke Grandchester."Suara Daisy mulai terdengar bergetar."Terus setelah kita bersama lagi, kita cuma sempat jalan bareng empat kali. Itu pun terakhir kali kita ketemu sudah sepuluh bulan lalu yang lalu."Kyrran menatap tajam, lurus ke depan. "Tapi aku gak merasakan hal yang sama dengan kamu, Daisy," ujar Kyrran tajam.Daisy mulai terisak di seberang sana. "Kenapa sih kam
Leer más