"Saya akan membawa cucu saya kembali ke Mirelle Girls Academy, tempat seharusnya dia berada."Kalimat Kakek Dedrick membuat Andrea tersentak. Kepalanya terangkat dan matanya yang memerah, membelalak."Kakek, enggak…" Andrea menggeleng cepat. Tanpa pikir panjang, ia meraih lengan pria tua itu."Aku gak mau pindah sekolah, Kakek," ujar Andrea, suaranya bergetar. "Aku gak mau ke Mirelle, aku mau lulus dari Alveroz High.""Aku mau di sini, Kakek," isak Andrea.Kakek Dedrick menatap tangan Andrea yang mencengkeram lengannya. Namun ekspresinya tidak berubah. Tetap dingin dan tegas."Tolong, Kakek." Mata gadis itu semakin memerah. "Tolong dengarkan aku, aku mau lulus di sekolah ayah dan Ibu."Kakek Dedrick tidak menanggapi, alih-alih pria tua itu perlahan melepaskan genggaman Andrea. Gerakannya tidak kasar. Namun cukup untuk membuat hati gadis itu semakin tenggelam."Kita bicara nanti, segera kemas barang-barangmu.""Kakek—""Sudah cukup, Andrea." Kakek Dedrick berbalik meninggalkan ruangan.
Leer más